Home Start Back Next End
  
Sejak diresmikan tanggal 10 September 1995  sampai dengan akhir tahun
2010, Taman Bunga Nusantara telah dikunjungi oleh 5.976.403 pengunjung.
Sampai saat ini dominasi wisatawan yang berkunjung adalah wisatawan
domestik sebesar 96%, wisatawan Timur Tengah 2 %, wisatawan Eropa dan
Amerika 1% dan wisatawan dari kawasan Asia sebesar 1%.
2.3 Sejarah Organisasi
Taman Bunga Nusantara merupakan taman display bunga pertama di Indonesia
yang menjadi salah satu objek wisata agro aset nasional dengan skala internasional.
Taman Bunga Nusantara diresmikan oleh Presiden kedua Republik Indonesia
Soeharto, pada tanggal 10 September 1995. Taman Bunga Nusantara terletak di Jalan
Mariwati KM 7, Desa Kawungluwuk Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur
43254–Jawa Barat. Taman Bunga Nusantara adalah taman display bunga pertama di
Indonesia.
Dalam rangka merayakan pembukaan akbar dan memperingati 50 tahun
kemerdekaan Indonesia, Presiden Soeharto memimpin upacara pembukaan Taman
Bunga Nusantara pada tanggal 10 September 1995 serta menandatangani sebuah batu
peringatan di Taman Bunga Nusantara, sementara ibu Tien Soeharto (alm)
meresmikan penggunaan Menara Pandang setinggi 28 meter.
Pada tanggal
10 September 1996, Taman Bunga Nusantara  memperingati hari
ulang tahunnya yang pertama sekaligus membuka lahan baru berupa taman bermain,
Alam Imajinasi. Ibu Try Sutrisno berkenan hadir dalam pembukaan ini dan
meresmikan pengoperasian areal bermain anak Alam Imajinasi. Taman bermain
seluas tujuh hektar ini terletak tepat dibelakang area taman bunga. Dengan sepuluh
jenis permainan diantaranya go-carts, bom bom boat
dan kereta api uap dengan
model yang sangat kuno, taman ini menjanjikan keceriaan yang luar biasa bagi anak-
anak maupun orang dewasa.
Perkembangan Tanaman hias di Indonesia diawali ketika pihak pemerintah
Kolonial Belanda yang sengaja mengembangkan potensi tanaman hias untuk ditanam
di Indonesia, sehingga pihak pemerintah kolonial sengaja membawa tanaman-
tanaman hias yang berasal dari Belanda untuk ditanam dan dikembangkan di
Indonesia. Pada masa kemerdekaan yakni persisnya setelah masuk orde baru pada
tahun 1970-an Indonesia mengikuti sebuah festival karnaval tanaman hias di
Pasadena, California. Dalam festival ini Indonesia memperkenalkan tanaman-
tanaman asli Indonesia yang menarik untuk ditampilkan, ternyata tanggapan dari
negara lain cukup baik dalam melihat potensi tanaman hias yang ditampilkan
Indonesia pada festival itu. Dalam perlombaan tersebut Indonesia memperoleh
predikat sebagai juara harapan pertama.
Melihat potensi yang dimiliki Indonesia untuk mengembangkan pengembangan
tanaman hias di Indonesia ibu Dani Bustanil Arifin, pemrakarsa sekaligus Ketua
Umum Yayasan Bunga Nusantara, beserta anggota lainnya mulai merintis
pembangunan taman ini pada tahun 1992, dan secara intensif pelaksanaan
pembangunan tahap awal taman dimulai sejak tahun 1993. Ibu Dani melihat potensi
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter