|
Nilai Estetis, nilai estetis merupakan nilai keindahan yang melekat pada
dongeng tersebut.
Nilai Budaya, nilai budaya dan sosial tidak terlepas dari karya sastra tersebut
bercerita tentang daerah tertentu. Aspek budaya tersebut dapat diketahui dari
latar atau setting, tokoh, corak masyarakat, kesenian ataupun kebudayaan.
2.3.5 Aliran yang Terdapat Dalam Dongeng Binatang (fabel)
Ada dua aliran yang terdapat dalam dongeng binatang (fabel) yaitu:
a. Aliran Simbolisme
Simbolisme adalah aliran kesustraan yang penyajian tokoh-tokohnya bukan
manusia melainkan binatang, atau benda-benda lainnya seperti tumbuh-
tumbuhan yang disimbolkan sebagai perilaku manusia. Perilaku tersebut dapat
bertindak, berbicara, berkomunikasi, berpikir, berpendapat sebagaimana
halnya manusia. Kehadiran sastra yang beraliran simbolisme ini biasanya
ditentukan oleh situasi yang tidak mendukung pencerita atau pengarang
berbicara. Pada masyarakat lama, dimana kebebasan berbicara dibatasi oleh
aturan etika moral yang mengikat kebersamaan dalam kelompok masyarakat,
pandangan dan pendapat disalurkan melalui bentuk-bentuk peribahasa dan
dongeng binatang (fabel) (Elyusra, 2009).
Dalam aliran ini, seorang pengarang membuat karakter dengan sifat-sifat
dan perilaku hewan, sama dengan sifat dan perilaku manusia yang dijadikan
objek mengarang. Seperti perilaku raja yang kejam dan serakah, maka
karakter hewan yang dibat bersifat kejam dan serakah. Contohnya raja yang
disimbolkan menggunakan hewan buaya, karena buaya sendiri merupakan
hewan yang terlihat kejam.
b. Aliran Realisme
Realisme adalah aliran dalam karya sastra yang berusaha melukiskan suatu
objek seperti apa adanya, pengarang berperan secara objektif. Gustaf Flaubert
(seperti dikutip Elyusra, 2009), seorang pengarang realisme Prancis
mengemukakan bahwa objektivitas pengarang sangat diperlukan dalam
menghasilkan karyanya. Objek yang dibidik pengarang sebagai ceritanya tidak
hanya manusia dengan beragam karakternya, ia juga dapat berupa binatang,
alam, tumbuh-tumbuhan, dan objek lainnya yang berkesan bagi pengarang
sebagai inspirasinya.
|