|
Kebingungan untuk memenuhi persyaratan itu, Patih Gupala dating memberikan
bantuan kepada Bandung Bondowoso, karena ia ingin pernikahan itu dilangsungkan. Tentu
saja Roro melihat itu tidak tinggal diam, ia memikirkan segala cara untuk menggagalkan
penyelesaian pembangunan candi tersebut. Roro pun mengetahui kelemahan para raksasa
yang merupakan bangsanya sendiri, yaitu asap. Para raksasa sangat sulit melihat dalam kabut
asap, sehingga ketika pembangunan itu semakin cepat, Roro pun menyalakan api dan
membuat asap yang tebal untuk mengganggu para raksasa. Sampai akhirnya pagi pun tiba.
Pembangunan telah selesai dilaksanakan, hanya saja setelah dihitung candinya kurang
satu. Patih Gupala yang akhirnya tau bahwa Roro lah yang mengganggu bangsanya sendiri,
murka dan mengutuk Roro menjadi candi yang ke 1000.
Bandung kebingungan diantara
keramaian dan kenyataan
yang baru diterimanya itu, akhirnya sadar Patih Gupala memiliki
maksud jahat pada dirinya, dan bertempur melawan Patih Gupala.Pertempuran sengit terjadi
antara Patih dan Bandung, Bandung yang sudah tau kelemahan para raksasa pun
memanfaatkan kelemahan tersebut dan mengalahkan Patih Gupala.Namun, Patih Gupala
masih berniat membunuh Bandung, yang akhirnya Bandung Bondowoso pun membunuh
Patih Gupala.Dengan kematian Patih Gupala, kutukan Roro pun perlahan sirna, tubuh Roro
perlahan kembali, dan mereka pun hidup berbahagia. Selesai.
2.3.2
Karakter One Thousand Candi
a.
Roro Jonggrang
Seorang wanita anak Raja Boko, raksasa, yang cantik dan tidak seperti ayahnya, ia sangat
cerdas dan baik hati.
b.
Bandung Bondowoso
Pangeran dari Kerajaan Pengging yang membantu ayahnya ketika
menghadapi serangan
Raja Boko, masih belum pernah menghadapi perang sebelumnya, lincah dan banyak akal.
c.
Raja Baka
Raja yang digerakan oleh Patih Punggala dan tidak suka berpikir hanya mengikuti nasihat
temannya itu, menjadi korban dari ambisi Patih Punggala.
|