|
21
yang terdapat di Pura Mangkunegaraan Surakarta. Sesuai fungsi aslinya, Pendopo
Agung
dipergunakan sebagai tempat untuk menyelenggarakan pertemuan resmi serta
sebagai tempat melaksanakan upacara-upacara adat.
Pringgitan, merupakan bangunan yang terletak di belakang Pendhopo Agung
dan
bersambung menjadi sebuah bagian dari Pendopo Agung dimana dipergunakan sebagai
tempat untuk memamerkan koleksi pakaian-pakaian adat khas Jawa Tengah.
Joglo Panggrawit Apitan, merupakan sebuah bangunan yang memiliki fungsi sebagai
gedung serbaguna yang dipergunakan sebagai tempat penyimpanan set alat musik yang
dipergunakan di dalam acara-acara adat (gamelan), tempat rias penari dan sekaligus
sebagai sebuah workshop
yang dipergunakan sebagai peragaan kepada pengunjung
proses pembuatan barang hasil kerajinan khas Jawa Tengah seperti Batik dan Wayang
Kulit.
Tajuk Mangkurat, bangunan ini dipergunakan sebagai kantor pengelola anjungan yang
tidak saja sebagai pusat administratif anjungan namun juga terdapat perpustakaan yang
berisi buku-buku referensi mengenai Jawa Tengah, ruangan tempat koleksi benda-benda
antik dan juga sebagai tempat penyimpanan barang-barang hasil kerajinan dari Jawa
Tengah. Dinamakan Tajuk Mangkurat karena bangunan ini ditopang oleh empat tiang
utama atau lebih dikenal dengan Saka Guru. Tiang penopang yang dipergunakan seperti
perlambang jawa yaitu Lambang Sari.
Dinamakan Lambang Sari karena merupakan
perlambang dari hubungan yang mesra dan serasi dari pria dan wanita serta konon
dipercaya sebagai landasan keharmonisan hidup berkeluarga. Menurut sumber, pencipta
gaya tiang ini adalah Sultan Agung.
Dara Gepak, bangunan ini berbentuk seperti rumah dari burung merpati. Keberadaan
bangunan ini merupakan sebuah bangunan khas Jawa Tengah yang sering dapat
ditemukan di lingkungan pedesaan-pedesaan di Jawa Tengah. Di Anjungan Jawa
Tengah sendiri, bangunan ini lebih difungsikan sebagai area makan dan pusat kuliner
khas Jawa Tengah yang tidak saja menjual berbagai jenis makanan khas Jawa Tengah
juga menjual minuman khas Jawa Tengah.
Panggung Terbuka "Ojo Dumeh", panggung terbuka ini difungsikan kepada acara-
acara yang bersifat kolosal serta dipergunakan pada acara-acara yang diselenggarakan di
malam hari. Kapasitas maksimal panggung ini adalah 500 orang undangan.
|