Home Start Back Next End
  
4
Orang Mesir kuno menghidupkan gambar mereka dengan urutan gambar-
gambar para pegulat yang sedang bergumul, sebagai dekorasi dinding. Dibuat sekitar
tahun 2000 sebelum Masehi.
Lukisan Jepang kuno memperlihatkan suatu alur cerita yang hidup, dengan
menggelarkan gulungan lukisan, dibuat pada masa Heian
(794-1192). Kemudian
muncul mainan yang disebut Thaumatrope
sekitar abad ke 19 di Eropa, berupa
lembaran cakram karton tebal, bergambar burung dalam sangkar, yang kedua sisi kiri
kanannya diikat seutas tali, bila dipilin dengan tangan akan menciptakan
gambar
burung itu bergerak.
Hingga di tahun 1980-an, Jean Marey menggunakan alat potret beruntun
merekam secara terus menerus gerak terbang burung, berbagai kegiatan manusia, dan
binatang lalnnya. Sebuah alat yang menjadi cikal bakal kamera film yang berkembang
sampai saat ini. Dan di tahun 1892, Emile Reynauld mengembangkan mainan gambar
animasi yang disebut Praxinoscope, berupa rangkaian ratusan gambar animasi yang
diputar dan diproyeksikan pada sebuah cermin menjadi suatu gerak film, sebuah alat
cikal bakal proyektor pada bioskop. Kedua pemula pembuat film bioskop, berasal dari
Perancis ini,dianggap sebagai pencetus awal dari perkembangan teknik film animasi.
Di tahun 1908, Emile Cohl pemula dari Perancis membuat film animasi
sederhana berupa figure
batang korek api. Sedangkan di Amerika Serikat Winsor
McCay membuat film animasi “Gertie the Dinosaur” pada tahun 1909. Menyusul di
tahun-tahun berikutnya para animator
Amerika mulai mengembangkan teknik film
animasi di sekitar tahun 1913 sampai pada awal tahun 1920-an; Max Fleischer
mengembangkan “Ko Ko The Clown” dan Pat Sullivan membuat “Felix The Cat”.
McCay membuat rumusan film dengan perhitungan waktu 16 kali gambar dalam tiap
detik gerakan.
Fleischer dan Sullivan telah memanfaatkan teknik animasi sell, yaitu lembaran
tembus pandang dari bahan seluloid (celluloid) yang disebut “cell”.Pemula lainnya di
Jerman, Lotte Reineger, di tahun 1919 mengembangkan film animasi
bayangan, dan
Bertosch dari Perancis, di tahun 1930 membuat percobaan film animasi potongan
dengan figure yang berasal dari potongan-potongan kayu.
George Pal memulai menggunakan boneka sebagai figure dalam film animasi
pendeknya, pada tahun 1934 di Belanda. Dan Alexsander Ptushko dari Rusia membuat
film animasi boneka panjang “The New Gulliver” di tahun 1935.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter