|
28
comic dapat melakukan serangan balik atau yang disebut dengan ripping.
(Papana,
2012:6).
Di Indonesia sendiri, Stand Up Comedy juga sebenarnya telah ada dari zaman
dulu kala. Nama-nama terkenal seperti (alm.) Taufik Savalas, Butet Kertaradjasa dan
Ramon P. Tommybens telah lama berkiprah dalam Stand Up Comedy di Indonesia. Era
belakangan ini, muncul nama-nama seperti Iwel, Pandji Pragiwaksono, Sammy D. Putra
dan Raditya Dika. Namun mungkin di Negara ini masyarakat cenderung lebih suka akan
physical comedy ketimbang Stand Up Comedy ini. Walaupun dulu popularitasnya
berkurang, kini Stand Up Comedy telah melambungkan namanya kembali di muka
publik. Ketika dulu sempat timbul-tenggelam karena pertunjukannya yang kurang di
ekspos, sekarang Stand Up Comedy telah sedikit demi sedikit memperlihatkan daya
tariknya lagi. Terbukti, beberapa waktu yang lalu, Stand Up Comedy muncul kembali di
acara stasiun televisi Indonesia.
2.5.
Teori Pendukung
2.5.1.
Minat
2.5.1.1.Pengertian Minat
Banyak pendapat yang menyebutkan bahwa keputusan seseorang untuk
melakukan atau tidak melakukan sesuatu didasarkan kepada minat orang tersebut.
Hardjana mengartikan minat sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada
suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah
penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan suatu di luar diri. Semakin
|