|
73
kesalahan atau kegagalan-kegagalan dalam proses selanjutnya. Istilah Six Sigma
dalam konteks DFSS dapat digambarkan sebagai tingkatan desain, apakah suatu
desain (produk / jasa / proses) dalam kategori buruk, regular, baik, sempurna,
efektif, dan lain sebagainya. Secara umum, desain yang memiliki pengaruh terhadap
nilai-nilai kualitas terbagi menjadi dua model kepekaan, yaitu:
1.
Kepekaan proses, dibangun berdasarkan
kegagalan-kegagalan desain aksioma dan kelemahan pada prinsip-prinsip
proses;
2.
Kepekaan operasional, kaitannya dengan
ketidaktahanan terhadap lingkungan kerja dan proses.
Sasaran kedua DFSS adalah membangun suatu perencanaan antisipasi terhadap
dua efek kepekaan desain. Mewujudkan sasaran DFSS yang kedua tiadklah mudah.
Dalam mewujudkan sasaran DFSS yang kedua tersebut, pendekatan konseptual
desain akan
banyak berperan dibandingkan dengan pendekatan statistika. Hal ini
karena seara umum, dukungan data kuantitatif pada tahapan-tahapan desain dapat
dianggap sangat minim. Agar tidak terjadi keraguan, strategi DFSS dibagi menjadi
tiga tahapan dengan berpedoman pada dua sasaran DFSS tersebut. Adapun ketiga
tahapan DFSS adalah tahap pembuatan konsep, tahap pengembangan, dan tahap
manufaktur. (Hidayat, 2007, p111)
|