|
21
potensi
ini
dioptimalisasikan
untuk
praksis
pembelajaran
tentu akan
memiliki
pengaruh
positifbagi peningkatan
kualitas pendidikan.
Akan
tetapi,
sifat
televisi
yang
hanya
dengar
pandang
itu
sekaligus
mengandung
titik
lemah
bagi
program
pembelajaran.
Siaran televisi
yang
bersifat
sekilas
tersebut
menimbulkan
masalah
tersendiri
dalam
hal
khalayak
( audience ). Televisi tidak
mampu
menyampaikan
hal-hal
yang
membutuhkan
kedalaman
dan penjelasan
panjang
Iebar
sebagaimana
yang
dibutuhkan
dalam
praksis
pembelajaran.
Namunjika
ada
kreativitas
yang
mampu
mengatasi
kelemahan
ini
niscaya
akan dapat
meningkatkan
fungsi
pendidikan
dari
media televisi
itu sendiri.
2.
Menghadirkan Realitas
Sosial
Terkait
dengan
potensi
yang
baru
saja
disebutkan,televisi
memiliki
kemampuan
menghadirkan
realitas sosial seolah-olal1 seperti aslinya,
atau dalam
istilah
Piliang
sebagai hiperealitas.
Kemampuan
teknologi
kamera
dalam merekam
realitas
sebagaimana
aslinya,
menjadikan
tayangan
televisi
memiliki
pengaruh sangat
kuat
pada
diri
khalayak.
Meskipun
orang
yang
berbeda
di
balik
pengopersionalan
kamera
sering
memiliki
agenda
seting
tersendiri
dan
melakukan
framing
atas realitas
yang
direkam,namun
khalayak
percaya
bahwa
gambar
dan
suara
yang
mereka
ikuti
di
layar
televisi
mencerminkan
realitas
sosial
yang
ada.Visualisasi
yang
didukung
oleh
kekuatan
suara pada kenyataam1ya sangat
membantu
memahamkan
seseorang
terhadap sesuatu
yang sulit
menjadi
mudah
untuk dimengerti. Kekuatan
ini
tentu
dapat dimanfaatkan
secara
optimal
untuk tujuan pendidikan.
|