Home Start Back Next End
  
19
2.1.4.2
Sejarah  Televisi
Media  
audio   visual 
televisi  
muncul  
karena  
perkembangan
teknologi.Kehadirannya
setelah 
beberapa 
penemuan
seperti  telepon, 
telegraf, 
dan
fotografi,  
serta   rekaman  
suara.   Media   televisi   ada   setelah   radio   dan 
media 
cetak
(Badjuri,
Adi,
2010:
5),
Dalam   penemuan  
televisi,   terdapat   banyak   penemu   maupun  
innovator   yang
terlibat 
baik
perorangan
maupun 
perusahaan. 
Televisi 
adalah  karya
massal
yang
dikembangkan dari
tahun
ke tahun
(Badjuri,
Adi,
2010
:5).
Awal
dari
televisi 
tentu
tidak
bisa
dipisahkan
dari
penemuan 
dasar,
yaitu
hukum
Gelombang
Elektromagnetik
yang 
ditemukan
oleh  Joseph  Henry  dan  Michael 
Faraday
(1831)
yang
merupakan awal
dari
era komunikasi  elektronik  (Badjuri,  Adi,
2010
:
5).
George 
Carey
(1876) 
menciptakan
Selenium 
Camera
yang
digambarkan dapat
membuat 
seseorang
melihat 
gelombang 
listrik.
Belakangan,
Eugen 
Goldstein 
menyebut
tembakan 
gelombang
sinar  dalam  tabung 
hampa
itu
dinamakan
Sinar
Katoda  (
Badjuri,
Adi,2010  :5).
Julius   Paul   Gottlieb  
Nipkow   (1860-1940)  atau   lebih 
dikenal   Paul 
Nipkow,
ilmuwan 
Jerman 
memiliki 
ide
(1884)  bagaimana 
dapat
mengirim 
gambar 
melalui 
udara
dari  
satu  
tempat    ke  
tempat    lain  
dan  
ia   berhasil    mengirim   
gambar  
elektronik
menggunakan kepingan 
logam
yang
disebut
Teleskop 
Elektrik
dengan
resolusi
18
garis.Temuannya
disebut 
cikal
bakal
lahimya
televisi.Karena
ketekunannya Paul
Nipkov,akhirnya
menenemukan
sebuah 
alat 
yang 
kemudian
disebut 
"Jantra 
Nipkov"
atau  disebut 
juga
"Nipkov
Sheibu". 
Penemuan 
itu
melahirkan
elestriche 
teleskop,  atau
televisi   elektris.   Dengan  
penemuan  
itu, 
Paul 
Nipkov   disebut  
'bapak'  televisi.   (J.B
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter