|
30
c)
Memvalidasi relasi menggunakan normalisasi.
Normalisasi akan menjadi lebih kompleks apabila jumlah hubungan dan
jumlah atribut dalam setiap relasi kuat. (Patwardhan et. al., 2010: 132)
d)
Memvalidasi relasi terhadap transaksi pengguna.
e)
Menentukan integrity constraints.
f)
Meninjau model data logikal lokal dengan pengguna.
Langkah 3: Membangun dan memvalidasi model data logikal global.
a)
Menggabungkan model data logikal lokal ke model global.
b)
Memvalidasi model data logikal global.
c)
Mengecek perkembangan di masa yang akan datang.
d)
Meninjau model data logikal global dengan pengguna.
3)
Perancangan Basis Data Fisikal
Perancangan ini merupakan sebuah proses pembuatan deskripsi dari
implementasi
basis data
secondary storage
yang menjelaskan basis relasi,
organisasi file, indeks yang digunakan untuk memperoleh akses pada data yang
efisien, masalah integritas lainnya yang berkaitan, serta
menentukan mekanisme
keamanan.
Tahap ini memungkinkan perancang untuk menentukan bagaimana basis data
diimplementasikan. Oleh karena itu, rancangan fisikal dirancang untuk DBMS
yang khusus. Antara rancangan logikal dan fisikal terdapat keterkaitan, hal ini
disebabkan karena keputusan yang diambil selama perancangan fisikal untuk
meningkatkan kinerja dapat mempengaruhi model data logikal.
|