Home Start Back Next End
  
26
Tahap ini bertujuan untuk membuat relasi untuk model data logikal untuk
merpresentasikan entitas, relasi, dan atribut yang telah diidentifikasi. Cara-cara yang
dapat dilakukan untuk mendapatkan relasi dari data model yang ada adalah tipe
entitas kuat, tipe entitas lemah, tipe relasi binary one-to-many
(1:*), tipe relasi
binary one-to-one (1:1), tipe relasi superclass/subclass, tipe relasi binary many-to-
many (*:*), tipe relasi kompleks, atribut multi-valued.
2.2
Validasi relasi-relasi menggunakan normalisasi
Normalisasi digunakan untuk memastikan relasi dan atribut yang mendukung
kebutuhan dari perusahaan. Juga redundansi data yang minimal pada relasi untuk
menghindari masalah yang mungkin terjadi. Proses normalisasi terdiri dari UNF,
1NF, 2NF, 3NF.
2.3
Validasi relasi-relasi terhadap transaksi user
Tujuan pada tahap ini yaitu untuk memvalidasi model data logikal untuk
memastikan bahwa model data mendukung kebutuhan transaksi yang telah
tercantum di dalam spesifikasi kebutuhan user. Validasi transaksi seperti ini sudah
dilakukan pada tahap 1.8
2.4
Memeriksa integrity constraint
Menurut Connolly dan Begg (2005:474), integrity constraint adalah batasan-batasan
yang harus ditentukan untuk melindungi basis data agar tetap konsisten.
Tipe integrity constraint, yaitu:
a. Required data
b. Batasan domain atribut
c. Multiplicity
d. Entity integrity (integritas entitas), primary key pada entitas tidak nulls
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter