|
46
Menyediakan shortcut
yang universal, yang sudah biasa digunakan, jangan
membuat shortcut yang tidak dimengerti orang banyak.
3.
Memberikan umpan balik yang informatif
Dalam setiap aksi yang dilakukan pengguna, maka harus ada umpan balik yang
sesuai dengan aksi tersebut sehingga membantu pengguna untuk mengerti sistem
pada aplikasi tersebut, seperti memberikan pesan apabila user melakukan suatu
kesalahan.
4.
Merancang dialog yang memberikan penutupan (keadaan akhir)
Adanya keadaan akhir yang menandakan selesainya suatu kegiatan yang
diberitahukan kepada pengguna melalui umpan balik, seperti memberikan
tampilan atau jendela dialog bertanda user sudah mengakhiri pemakaian aplikasi.
5.
Memberikan pencegahan kesalahan dan penanganan kesalahan yang sederhana
Merancang sistem yang memungkinkan pengguna untuk tidak melakukan
kesalahan fatal. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan solusi kepada pengguna
untuk menangani kesalahan tersebut.
6.
Memungkinkan pembalikan aksi yang mudah
Memberikan kebebasan kepada pengguna untuk dapat bergerak ke mana saja di
mana bila terjadi kesalahan maka pengguna dapat kembali tanpa harus khawatir
akan rusaknya hal yang sedang dikerjakan
7.
Mendukung pusat kendali internal
Dengan adanya pengaturan internal, maka pengguna dapat menggunakan sistem
sesuai kebutuhan. Misalnya, adanya perbedaan hak akses antara anggota dengan
bukan anggota pada aplikasi tersebut.
|