|
3
BAB 2
DATA DAN ANALISA
2.1 Data Umum
2.1.1 Animasi
Animasi adalah film yang berasal dari pengolahan gambar tangan
sehingga menjadi gambar yang bergerak. Contoh animasi tertua adalah wayang
kulit, karena wayang memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar
bergerak, dialog dan ilustrasi musik.
Animasi mulai berkembang sekitar abad ke-18 di Amerika. Pada saat itu
teknik stop motion animation merupakan teknik yang banyak disenangi. Teknik
ini menggunakan serangkaian gambar diam/frame
yang dirangkai menjadi satu
dan menimbulkan kesan seolah-olah gambar tersebut bergerak. Teknik ini sangat
sulit, membutuhkan waktu, juga biaya yang banyak. Karena untuk menciptakan
animasi selama satu detik, dibutuhkan sebanyak 12-24 frame gambar diam.
J. Stuart Blackton adalah orang Amerika pertama yang menjadi pionir
dalam menggunakan teknik stop motion animation. Beberapa film yang telah
diciptakannya dengan menggunakan teknik ini adalah
The Enchanted Drawing
(1900) dan Humorous Phases of Funny Faces (1906).
Selanjutnya, setelah teknologi komputer berkembang, bermunculan
animasi yang dibuat dengan teknologi komputer. Animasi komputer adalah seni
menghasilkan gambar bergerak melalui penggunaan komputer dan merupakan
sebagian bidang komputer grafik dan animasi. Animasi semakin banyak dihasilkan
melalui grafik komputer 3D, walaupun grafik komputer 2D masih banyak ada.
Untuk menghasilkan gambar pergerakan, image dipaparkan pada screen komputer
dan diganti dengan image baru yang selaras gambar sebelumnya dengan pantas.
Teknik ini serupa dengan bagaimana gambar bergerak dihasilkan melalui televisi
dan film. Animasi komputer 3D pada dasarnya merupakan pengganti digit bagi
seni animasi gerak (stop motion); patung animasi dibina pada screen komputer dan
|
|
4
dipasang dengan rangka cyber. Kemudian anggota badan, mata, mulut, pakaian,
dan lain-lain bagi patung 3D digerakkan oleh juru animasi. Akhirnya, animasi
dihasilkan.
Jenis animasi yang banyak dikenal adalah
animasi 2D dan 3D. Perbedaan dari animasi 2D dan 3D adalah dilihat dari sudut
pandangnya. Animasi 2D menggunakan koordinat x dan y, sedangkan animasi 3D
menggunakan koordinat x, y dan z yang memungkinkan kita dapat melihat sudut
pandang objek secara lebih nyata.
Unsur-unsur atau karakter dalam grafis 3D yang disebut sebagai model
3D. Ini pada dasarnya file data yang membawa data yang diperlukan untuk
membuat gambar 3D. Anda akan memerlukan peta tekstur untuk memanipulasi
pola atau struktur dari model 3D. Ini adalah aplikasi yang memungkinkan para
desainer grafis untuk mengendalikan dan mengubah warna permukaan tersebar di
tingkat paling dasar piksel. Hal ini dicapai oleh pemetaan tekstur menghasilkan
gambar-gambar bitmap 3D model 3D yang ada di tempat.
2.1.1.1. Animasi 2D (2 Dimensi)
Animasi ini yang paling akrab dengan keseharian kita. Biasa
juga disebut dengan film kartun. Kartun sendiri berasal dari kata Cartoon,
yang artinya gambar yang lucu. Memang, film kartun itu kebanyakan film
yang lucu. Contohnya banyak sekali, baik yang di TV maupun di bioskop.
Misalnya:Looney Tunes, Pink Panther, Tom and Jerry, Scooby Doo,
Doraemon, Mulan, Lion King, Brother Bear, Spirit, dan banyak lagi. Meski
yang populer kebanyakan film Disney, namun bukan Walt Disney sebagai
bapak animasi kartun. Contoh lainnya adalah Felix The Cat, si kucing
hitam. Umur si kucing itu sudah lumayan tua, dia diciptakan oleh Otto
Messmer pada tahun 1919. Namun sayang, karena distribusi yang kurang
baik, jadi kita sukar untuk menemukan film-filmnya. Bandingkan dengan
Walt Disney yang sampai sekarang masih ada misalnya Snow White and
The Seven Dwarfs (1937) dan Pinocchio (1940).
|
|
5
2.1.1.2. Animasi 3D (3 Dimensi)
Perkembangan teknologi dan komputer membuat teknik
pembuatan animasi 3D semakin berkembang dan maju pesat. Animasi 3D
adalah pengembangan dari animasi 2D. Dengan animasi 3D, karakter yang
diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mendekati wujud manusia aslinya.
Semenjak Toy Storybuatan Disney (Pixar Studio), maka berlomba--
lombalah studio film dunia memproduksi film sejenis.
Bermunculanlah, Bugs Life, AntZ, Dinosaurs, Final Fantasy, Toy Story 2,
Monster Inc., hingga Finding Nemo, The Incredible, Shark Tale. Cars,
Valian. Kesemuanya itu biasa juga disebut dengan animasi 3D atau CGI
(Computer Generated Imagery).
Tokoh yang dianggap berjasa besar mengembangkan film
animasi adalah Walt Disney. Walt Disney banyak menghasilkan karya
fenomenal, seperti: Mickey Mouse, Donald Duck, Pinokio, Putri Salju, dan
lainnya. Walt Disney juga yang pertama membuat film animasi bersuar
yaitu
film Mickey Mouse yang diputar perdana di Steamboat Willie di
Colony Theatre, New York pada 18 November 1928. Walt Disney juga
menciptakan animasi berwarna pertama yaitu Flower and Trees
yang
diproduksi Silly Symphonies di tahun 1932.
Film animasi merambah pula ke negara-negara Asia. Jepang
misalnya juga telah mengambangkan film animasi sejak tahun 1913 di
mana pada waktu itu dilakukan First Experiments in Animation
oleh
Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun
1913. Selanjutnya, animasi di Jepang mengikuti pula perkembangan
animasi di Amerika Serikat seperti dalam hal penambahan suara dan
warna. Dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara ini banyak
bersaing dalam pembuatan animasi. Amerika dikenal dengan animasinya
yang menggunakan teknologi yang canggih dan kadang simpel. Sedangkan
animasi Jepang mempunyai jalan cerita yang menarik.
|
|
6
2.1.2 Serial Animasi
Definisi umum serial ialah suatu cerita yang diceritakan secara bertahap
dan berurutan dengan pokok permasalahan yang berkelanjutan dan periodik.
Gagasan dari suatu cerita diceritakan dalam bentuk serial berawal dari
kisah One Thousand and One Night (Arabian Night)
atau di Indonesia lebih
dikenal dengan Kisah 1001 Malam, yang terdiri atas sebuah rangkaian dari
beberapa cerita yang diserialisasikan. Berkisah tentang Sheherazade, seorang ratu
Persia yang bercerita kepada Raja Shahriyar, dan ia harus membuat suaminya itu
terus tertarik dengan setiap cerita-ceritanya, demi mencegah dirinya dieksekusi
pada keesokan harinya. Sheheraze sering bercerita dalam bentuk serial, masing-
masing cerita dimulai dengan pancingan narasi, kemudian diakhiri dengan ending
yang menggantung, kemudian melanjutkan cerita malam berikutnya, sehingga
sang raja menjadi penasaran dan menunggu malam berikutnya untuk mendengar
kelanjutan ceritanya.
Serial animasi atau kartun merupakan sebuah bentuk dari acara televisi
berupa film animasi yang ditayangkan secara reguler, mengadaptasi atau
diadaptasi untuk tayangan televisi, dengan judul yang umum dan biasanya
berhubungan satu sama lain. Durasi setiap episode bervariasi tergantung pada
serial itu sendiri. Biasanya, serial dibuat untuk mengisi program setengah jam,
namun banyak serial kartun yang dibuat berupa animasi pendek dengan durasi 15
menit bahkan kurang, yang kemudian dipasangkan dengan animasi pendek lain
untuk memenuhi jatah waktu yang ada. Pada umumnya, kartun adalah suatu karya
seni yang biasanya dikembangkan dengan dipenuhi unsur humor dengan tujuan
untuk menghibur. Dimulai pada tahun 1843 pada saat majalah Punch menerapkan
fungsi kartun yang digambarkan pada halamannya untuk menyindir sesuatu. Sejak
itulah, kartun, dan kemudia serial kartun, digunakan untuk kepentingan komedi.
Namun kemudian, serial animasi berkembang menjadi genre lainnya juga seperti
serial laga (action) atau petualangan (adventure),
contohnya, Speed Racer dan
G.I.Joe. Pada tahun 1990-an merupakan masa renaisans dari serial kartun untuk
anak maupun orang dewasa. Berbagai macam perusahaan media dan jaringan
penyiaran mulai membuat format dan saluran televisi yang didesain secara spesifik
|
|
7
untuk menyiarkan serial kartun. Beberapa serial kartun yang terkenal di tahun
1990-an antara lain, Teenage Mutant Ninja Turtles, Garfield and friends, Tiny
Toon Adventures, Animaniacs, Chip 'N Dale Rescue Rangers, TaleSpin, Goof
Troop, Duck Tales, The Ren and Stimpy Show, dan Rugrats. Beberapa serial
kartun seperti The Simpsons, Beavis and Butt-head, King of the Hill, Family Guy,
dan South Park juga diproduksi pada tahun 1990-an. Beberapa serial kartun yang
disebutkan diatas mengandung unsur yang lebih dewasa (mature content)
dibanding serial kartun tradisional. Serial ReBoot, yang bermula sebagai acara
anak yang aman pun merubah target usiaaudien mereka menjadi 12 tahun ke
atas, dan dibuat dengan storyline yang lebih dark dan mature.
2.1.3 Anime
Anime adalah Animasi Jepang yang banyak digunakan di berbagai serial
TV, Film, Video, Games, Komersial, dan Beberapa Situs Internet. Kian Lama
Anime ini semakin Populer. Banyak Serial TV Anime yang diambil dari Manga
(Komik Jepang). Nama Anime diambil dari kata Animation yang berarti Animasi.
Di Jepang, Pelafalan kata Animation menjadi Anime-Shon, Kata ini kemudian
disingkat menjadi Anime
yang berarti Animasi buatan Jepang. Lalu bagaimana
Perkembangan Animasi Jepang ini?
Animasi mulai ada di Permulaan abad ke-20, saat para pembuat Film
mengeksperimenkan Teknik Animasi yang sudah ada di Amerika Serikat, Prancis,
Jerman dan Russia. Sejarah karya animasi di Jepang diawali dengan dilakukannya
First Experiments in Animation
oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan
Kitayama Seitaro
pada tahun 1913. Kemudian diikuti film pendek karya Oten
Shimokawa yang merupakan Anime pertama. Anime ini berjudul Imokawa Mukuzo
Genkanban no Maki, Anime ini dibuat dan selesai pada tahun 1917, Anime
ini
hanya berlangsung selama 5 menit dan sampai sekarang Anime
itu tidak dipakai
lagi.
Anime
ini bercerita tentang seorang samurai sedang mencoba pedangnya
dengan suatu target. Pada saat itu Oten membutuhkan waktu 6 bulan hanya untuk
mengerjakan animasi sepanjang 5 menit tersebut dan masih berupa film bisu.
Karya Oten itu kemudian disusul dengan anime berjudul Saru Kani Kassen dan
|
|
8
Momotaro hasil karya Seitaro Kitayama pada tahun 1918, yang dibuat untuk pihak
movie company Nihon Katsudo Shashin
(Nikatsu). Pada tahun 1918 Seitaro
kembali membuat anime
dengan judul Taro no Banpei. Tetapi semua catatan
tentang anime tersebut dikatakan hilang akibat gempa bumi di Tokyo pada tahun
1923.
Pada tahun 1927, Amerika Serikat telah berhasil membuat animasi
dengan menggunakan suara (pada saat itu hanya
menggunakan background
music). Jepang kemudian mengikuti langkah itu dan anime
pertama dengan
menggunakan suara musik adalah Kujira (1927) karya Noburo Ofuji. Sedangkan
anime
pertama yang berbicara adalah karya Ofuji yang berjudul Kuro
Nyago(1930) dan berdurasi 90 detik. Salah satu anime
yang tercatat sebelum
meletus Perang Dunia II dan merupakan anime
pertama dengan menggunakan
optic track (seperti yang digunakan pada masa sekarang) adalah Chikara To Onna
No Yononaka
(1932) karya Kenzo Masaoka.
Lama sesudah itu, tahun 1962 ada Anime yang merupakan Salah Satu Anime yang
memasuki Era kesuksesan pertama. Anime
ini bernama Tetsuwan Atom
(di luar
Jepang, Anime
bernama Astro Boy) Karya Ozamu Tezuka. Astro Boy sangat
Terkenal, bahkan sampai ditayangkan ke beberapa negara di luar Jepang. Namun,
Astro Boy bukanlah animasi televisi buatan lokal pertama. Tahun 1960 adalah
pertama kalinya ditayangkan anime TV di Jepang, yaitu yang merupakan Mittsu
no Hanashi (Tree Tales) The Third Blood anime TV Special. Ozamu Tezuka
dikatakan sebagai "Legenda dan Dewa para Manga". Astro Boy dibuat oleh
Osamu Tezuka Production Animation Departement
yang didirikan oleh Ozamu
Tezuka (Dia mendirikan perusahaan baru ini di tahun1962).
Seiring permulaan tahun 1970, Populasi pembelian Manga semakin
Melonjak. Robot (Mecha) besar dalam anime pertama kali diperkenalkan pada
tahun 1966 melalui karya Shotaro Kaneda, Tetsujin 28. Sejak itu mulai
bermunculan anime-anime
yang bertema hampir serupa, Contohnya Gundam.
Anime yang diangkat dari karya mangaka dengan nama Monkey Punchyaitu Lupin
Sansei (Lupin III) menjadi anime
yang ditujukan bagi penonton dewasa dengan
menyajikan humor-humor dewasa dan slapstick violence. Acara televisi ini
|
|
9
ternyata sangat digemari sehingga muncul dalam bentuk film dan bahkan serial
televisinya pun dibuat menjadi 2sekuel.
Memasuki era 80-an, anime semakin digemari dan semakin banyak produser film
yang berusaha memenuhi keinginan masyarakat. Pertumbuhan ini semakin
ditunjang dengan munculnya kaset video sebagai media. Dengan adanya teknologi
VCR, masyarakat bisa memperoleh anime kesayangan mereka dalam bentuk
video. Hal inilah yang kemudian mendorong munculnya versi video sebuah anime
yang langsung dijual kepada masyarakat tanpa harus ditayangkan di televisi
terlebih dahulu. (Dikenal dengan istilah OVA -
Original Video Animation
atau
OAV -
Original Animated Video). Keiji Nakazawa
mengangkat tema korban
Hiroshima dengan judul Hadashi no Gen yang diangkat menjadi anime pada tahun
1983 dengan sutradara Masaki Mari. Salah satu anime terkenal yang mengangkat
tema serupa adalah Hotaru no Haka
(Grave of the Fireflies). Dengan
bermunculannya anime-anime dengan tema yang kompleks dan mendalam, maka
anime
telah menembus batasan hanya untuk anak-anak dan telah menjadi
tontonan bagi berbagai macam tingkat usia pemirsa.
2.1.4 Anime di Indonesia
Anime pertama yang tercatat di Indonesia kemungkinan adalah Wanpaku
Omukashi Kum-Kum yang dikenal melalui media televisi (pada masa itu hanya
ada 1 stasiun televisi yaitu TVRI) pada sekitar akhir tahun 70-an. Anime
ini
ditayangkan pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB. Memasuki era 80-an, di
Indonesia mulai dikenal adanya VCR player (Beta kemudian disusul VHS) yang
kemudian mengawali beredarnya anime secara luas. Pada awalnya yang masuk
adalah Cyborg 009 (OVA).
Kemudian muncul serial anime
pertama yaitu
Chodenji Mashin Voltes V (Voltus 5), yang mendapat respon sangat baik. Setelah
kesuksesan Voltus, menyusul kemudian judul-judul anime lain dari berbagai
genre. Selain Voltes, kemudian dikenal pula serial-serial seperti
Sengoku Majin
Goshogun, Uchuu Taitei God Sigma, Mazinger Z, Getta Robo, Kotetsu Jeeg,
Ginga Shippuu Sasuraiger, Cho Kosoku Galvion, Babiru 2 Sei, Mashin Hayabusa,
|
|
10
Ikyuu-san, Candy Candy, Hana no ko Runrun,
Uchuu Senkan Yamato (tidak
semua serialnya, hanya versi movie) dan mungkin masih ada beberapa judul
lainnya. Sekitar pertengahan tahun 80-an, anime-anime
ini terhenti mendadak,
bahkan ada yang baru muncul beberapa volume sudah berhenti tengah jalan.
Menurut informasi, distributor anime
Indonesia pada waktu itu mengalami
kebangkrutan karena terjadinya pembajakan besar-besaran terhadap anime
dan
semenjak itu terjadi vakum anime di Indonesia selama beberapa tahun.
Pada awal tahun 90-an, berdiri stasiun televisi swasta pertama di
Indonesia yaitu RCTI. Beberapa waktu setelah RCTI berdiri, mulai muncul anime
lagi yaitu Doraemon. Doraemon kemudian berhasil mendongkrak kembali
popularitas anime
di Indonesia. Saat ini telah berdiri beberapa stasiun televisi
swasta lainnya, dan masing-masing mempunyai program tayangan anime seperti
yang ada sekarang ini.
2.2 Data Cerita
Cerita ini adalah hasil buah pemikiran penulis yang disempurnakan oleh
referensi dari serial animasi yang pernah penulis tonton.
2.2.1 Referensi
Serial animasi dari Jepang berjudul Seitokai Yakuindomo
menjadi
referensi penulis dalam membuat cerita. Seitokai Yakuindomo
sendiri bercerita
mengenai
seorang pelajar bernama Takatoshi Tsuda yang baru saja masuk ke
sebuah sekolah yang ternyata adalah bekas sekolah khusus perempuan. Jadi dia
adalah generasi pertama murid laki-laki yang bersekolah di sekolah itu dan tidak
banyak jumlahnya. Di hari pertama sekolahnya dia bertemu dengan 3 siswi yang
ternyata adalah anggota dari student council di sekolah itu. Secara mendadak dan
sepihak Takatoshi dipaksa bergabung dengan student council
dan dimulailah
kehidupan sekolah Takatoshi yang aneh bersama para siswi itu.
|
![]() 11
Gambar 2.1 Animasi Seitokai Yakuindomo
2.2.2 Karakter
Eruna : Sekretaris dari Student Government
Aricia : Ketua dari Student Government
Irie : Wakil ketua dari Student Government
Rhett : Sahabat masa kecil Eruna.
Shinka : Sahabat baik Rhett
semua karakter berada di kelas 2, namun tidak semuanya sekelas
Eruna, Rhett, dan Shinka berada di kelas 2-2, sedangkan Aricia dan Irie dari kelas
2-1
2.3 Target Audien
Serial animasi ini diperuntukkan bagi remaja, terutama usia 13 tahun ke atas
2.4 Analisa
2.4.1 Pertimbangan Pengambilan Cerita
Belum ada serial animasi yang mengambil cerita seperti ini walaupun
memang ada yang sejenis dan cerita mengenai kehidupan sekolah ini cocok bagi
penonton remaja karena mereka sedang melaluinya.
Selain itu alasan penulis
memilih cerita ini adalah karena ingin membuat sebuah cerita fantasi remaja yang
tidak biasa namun unik dan menarik.
|
|
12
2.4.2 Analisis SWOT
2.4.2.1 Strength
1. Cerita yang unik dan tidak biasa
2. Mengangkat cerita kehidupan remaja yang menarik
3. Dikemas dalam visual yang familiar
4. Bersifat hiburan sehingga tidak perlu banyak berpikir dalam
menontonnya
2.4.2.2 Weakness
1. Animasi 2D membutuhkan banyak gambar sehingga jika
dikerjakan sendirian mungkin akan ada bagian yang kurang
sempurna.
2. Jenis visual adaptasi yang digunakan seringkali
menjadi
masalah
2.4.2.3 Opportunity
1. Membuat animasi 2D yang menarik di sela-sela maraknya
animasi 3D
2. Jenis cerita seperti ini juga tidak terlalu banyak digunakan.
2.4.2.4 Threat
1. Karena animasi 2D buatan dalam negeri belum begitu marak,
maka ini merupakan tantangan untuk dapat memenuhi
ekspektasi penonton.
|