1
BAB II
           DATA & ANALISA
2.1 Sumber Data
Data informasi yang digunakan untuk mendukung proyek tugas akhir ini
berasal dari berbagai sumber yaitu :
Wawancara dengan narasumber yang terpercaya yaitu beberapa instruktur
Capoeira yang masih berkiprah di dunia Capoeira dari awal masuk Capoeira
ke Indonesia sampai sekarang.
Observasi atau pengamatan langsung ke lapangan.
Artikel dari media elektronik yang membahas tentang seni bela diri Capoeira
di Indonesia.
2.2 DATA UMUM
data dari internet
artikel dari capoeirasemarang.com
Published by Mfatoni De CoSe
Masuknya budaya impor memang tak selamanya berkonotasi negatif. Capoeira
misalnya, Kesenian yang berasal dari negeri Brasil ini memiliki unsur tarian,
beladiri, musik dan bahkan filosofi. Sejak tahun 2004 mulai berkembang di kota
Semarang.
Hampir setiap pekan, anak-anak muda yang tergabung kelompok Amizade de
Capoeiristas
Semarang atau persatuan capoeira semarang, berkumpul di ruas jalan
Pahlawan. Mereka beraksi sekaligus mengadakan latihan atau sekadar menghabiskan
waktu di sepanjang pendistrian yang dibangun oleh Pemkot Semarang ini.
Kegiatan kreatif ini pun menarik perhatian walikota Semarang Soemarmo HS yang
pada malam minggu lalu meluangkan waktunya berjalan-jalan di Lintas Pahlawan,
dan menikmati anak-anak Capoeira ini beraksi.
Capoeira disamping butuh ketrampilan fisik, juga didukung oleh alat musik khas dari
Brasil, misalnya berimbau, pandeiro, atabaki, cowbell agogo atau tamborim. Ritme
cepat atau lambat ditentukan oleh permainan alat-alat musik ini. Sejarah masuknya
seni Capoeira di Semarang sebetulnya sejak tahun 2001. Saat itu diperkenalkan oleh
mahasiswa yang melakukan pertukaran pelajar ke Brasil.
  
2
Artikel dari waspada.co.id
MUHAMMAD REZA
MEDAN -
Alunan musik-musik samba menggaung penuh
memadati rungan
berbentuk kotak, sekelompok anak muda begitu menikmati gerakan-gerakan yang
mereka peragakan dengan lincah. Ayunan kaki yang maju dan mundur yang sering
dinamakan ginga inilah yang disebut Capoeira
?Capoeira begitulah sebutannya, jenis olah raga bela diri dari brazil kini hadir dikota
Medan, salah satu akademi capoeira yang ada di kota Medan adalah GINGA FIRME
CAPOEIRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (GFC-USU) 
merupakan salah
satu cabang dari GINGA FIRME
CAPOEIRA (GFC) yang ada di Brazil dibawah
pimpinan Mestre
Marcao, dan
Professor
Mola. Untuk di medan, GFC-USU 
merupakan salah satu grup resmi yang berdiri di Sumatera Utara selain GFC Medan.
GFC-USU merupakan wadah yang paling cocok bagi generasi muda untuk
melakukan kegiatan positif, kesenian, dan menyehatkan. Kini, GFC-USU  tergabung
dalam UKM Seni Gerak USU, jadi keberadaannya sudah diakui sebagai salah satu
olahraga yang telah berada dalam sebuah naungan resmi.
ASOSSIASI GINGA FIRME CAPOEIRA sendiri adalah sebuah persatuan.Capoeira
yang cukup terkenal di braSil dengan berpusat di Rio de Janeiro brazil.yang sebuah
akademi Capoeira yang di pimpin oleh Mestre Marcao dan Mestre Toquinho(mestre
sebutan untuk guru besar) dan Professor Mola( pelatih ginga firme di jakarta )dengan
Instruktur Bahia,Instruktur Russaou,Instruktur Parafina dan Graduado Indio(pelatih
ginga firme medan). ASSOSIASI GINGA FIRME CAPOEIRA
sendiri,beranggotakan 110 aluno,yang tersebar di beberapa di Negara bagian di
Brasil, Sao Paulo, Bahia, Ceara, Brasillia dan lainnya.
Perkembangannya sendiri hingga ke Eropa dan Asia,untuk pelatih di Jakarta di latih
oleh Professor Mola(dari brasil) dan untuk medan di latih oleh Graduado Indio(dari
Medan), ginga firme juga bergerak dalam misi kesehatan,lingkungan,dan kepedulian
masyarakat,dan informasi lebih lanjut lagi tentang ginga firme capoeira dapat di akses
Dalam rangka memajukan seni bela diri Capoeiara, GFC-USU begitu antusias dalam
mensosialisasikan jenis olahraga ini kepada masyarakat yang ada dikota medan, hal
ini terlihat dari kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan diantaranya: Workshop dan
open road GINGA FIRME CAPOIERA, Program peduli GFC USU, program sehat
dengan capoeira dikalangan muda, kenaikan sabuk yang biasanya dilakukan di
lapangan terbuka, dan aktivitas-aktivitas lainnya.
Jika anda tertarik untuk bergabung dengan Ginga Firme Capoeira USU, anda dapat
datang pada hari kamis dan sabtu, pukul 16.00-18.00 di gedung Cikal Fitness USU.
Untuk biaya pendaftarannya cukup terjangkau anda hanya membayar Rp 100.000,-
untuk bisa bergabung di GFC Medan.
Sejarah Capoeira   
Alkisah, pada abad ke-16, di sebuah kawasan bernama Angola, Afrika, hidup
  
3
sekumpulan budak yang dijajah orang Portugis. Mereka hidup menderita di bawah
tekanan majikan. Ancaman hukuman gantung dan cambuk membayangi nasib
mereka. Akan tetapi, semangat perjuangan mereka tetap menyala. Diam-diam mereka
melawan. Mereka berhasil menciptakan jurus beladiri baru yaitu Capoeira.
Konon Capoeira pada dahulunya digunakan oleh para budak brasil untuk
mempertahankan diri dari kejaran para pemburu profesional bersenjata yang dikenal
dengan nama capitães-do-mato
(kapten hutan ). Mereka mengejar para budak itu
sampai kedalam hutan, Di dalam hutan inilah para budak leluasa bertarung
memainkan seni capoeira. 
Capoeira diciptakan berkat kecerdikan budak Angola mengecoh majikan mereka.
Keganasan Capoeira ditutupi dengan gaya bela diri yang seindah tarian dan disertai
nyanyian khas. Tendangan memutar dan melompat yang dilakukan mampu
mempesona orang-orang yang menyaksikannya.Bahkan, dua orang yang sedang
latihan bertarung justru terlihat seperti pasangan yang sedang menari. Capoeira
semakin berkembang ketika budak-budak Angola tersebar hingga ke Brasil.Itu adalah
satu teori mengenai lahirnya capoeira.
Teori lain yang lebih mendapat dukungan adalah bahwa Capoeira lahir di Brasil,
diciptakan oleh budak-budak yang berasal dari berbagai kawasan di Afrika, antara
lain orang Yoruba, Bantu, Angola, Kongo, dan Mozambik. Ahli-ahli sejarah Capoeira
lebih mendukung teori ini karena yang ada di Afrika hanyalah sebagian unsur yang
terpisah-pisah dari seni itu, bukan bentuknya secara  keseluruhan. Dari sintesis tarian,
pertarungan dan alat musik dari berbagai kebudayaan Afrika yang berbeda oleh para
budak itu terciptalah Capoeira.
Seiring perkembangan waktu, Capoeira mulai dikenal sebagai bela diri yang agresif.
Kebrutalan Capoeira makin parah sejak terjadi pembebasan budak pada tahun
1888.Banyak bekas budak miskin yang menganggur kemudian membentuk geng
Capoeira untuk berbuat kejahatan. Ini membuat Pemerintah Brasil berang dan
melarang olahraga ini pada tahun 1892.Mereka yang ketahuan berlatih atau
mengajarkan bela diri tersebut akan dihukum berat.Hukumannya berupa pemotongan
otot, lutut, bahkan tenggorokan.
Akan tetapi, riwayat Capoeira belum berakhir. Banyak pejuang Capoeira yang tetap
setia dan berlatih secara sembunyi-sembunyi. Akhirnya, pada tahun 1937, Getulio
Vargas, Presiden Brasil pada masa itu, setuju mencabut larangan Capoeira. Beliau
malah ingin mempromosikan Capoeira sebagai olahraga khas Brasil. Capoeira makin
menyebar di seluruh dunia berkat jasa Mestre (sebutan untuk master dalam Capoeira)
Bimba (1899-1974). Ia berhasil mengembangkan gaya Capoeira baru yang lebih cepat
dibandingkan dengan Capoeira Angola, yaitu capoeira regional.
Gaya tradisional yang disebut Capoeira Angola dipertahankan dan dikembangkan
oleh Mestre Pastinha (1889-1982). Di Brasil dan berbagai negara seluruh dunia,
umumnya diajarkan kedua gaya itu walaupun ada kelompok yang hanya mengajarkan
Capoeira Regional atau Capoeira Angola saja. Sekarang rakyat Brasil boleh
berbangga hati melihat kesenian ini makin kencang berkibar. 
  
4
Capoeira di indonesia
Kota pertama tempat berkembangnya Capoeira di Indonesia adalah Yogyakarta. Bisa
dibilang, kota ini merupakan "Ibu kota" Capoeira di Indonesia. "Perkembangannya
dimulai tahun 1998 sejak kedatangan Simon, murid Australia yang bisa Capoeira,"
jelas Jilly Likumahuwa yang dikenal sebagai Ibu dari Capoeira Jogja Club.
Keahlian Simon ini mengingatkan murid-murid Yogya terhadap bela diri yang
dilakukan Mark Dacascos di film “Only the Strong”.       
Ini jadi wadah promosi dahsyat buat Capoeira. Film action ini bercerita tentang
perjuangan Louis Stevens (diperankan Mark Dacascos) dalam membasmi gembong
obat-obatan terlarang di SMU almamaternya. Ia lalu mengajarkan ilmu Capoeira pada
beberapa murid untuk melawan penjahat. Gerakan Capoeira yang cantik tetapi
mampu menghajar orang, membius mereka yang menyaksikan film ini.
Simon lantas mengajarkan gerakan-gerakan dasar Capoeira pada mereka. "Setelah
Simon, ada capoeirista lain yang mampir ke Yogya dan mengajarkan Capoeira," Jilly
melanjutkan. Perlahan namun pasti, Capoeira makin berkembang. Kelompok-
kelompok penggemar Capoeira mulai bermunculan. Lalu, sampailah Capoeira ke
Jakarta dan kemudian ke Medan.
Menurut Daniel, Ketua Ginga Firme Capoira Medan USU (16/11), olah raga ini
bersifat universal, “Semua kalangan dapat menikmatinya, tidak ada batas umur, jenis
kelamin, jadi 
capoeira cocok bagi siapa saja. Gerakan-gerakan yang unik serta
menghibur dengan suasana penuh keceriaan dipadukan dengan unsur-unsur tarian
menjadikan suatu ciri khas tersendiri dibandingkan dengan seni beladiri lainnya. Dari
sisi kesehatan olahraga ini dapat membakar lemak yang ada disekitar pinggang karena
banyak memainkan gerakan tendangan, selain itu dapat melenturkan tubuh.”
Di GFC USU, semua peserta diarahkan agar tidak ragu-ragu dalam mempelajari
Capoeira, jika anda memasuki grup ini anda akan
langsung dibimbing oleh intruktur-
instruktur berpengalaman, metode latihan yang menghibur dan tidak membosankan
akan membuat para capoeirista (sebutan bagi para pemain Capoeira) akan lebih cepat
beradaptasi dengan olah raga asli brazil ini. Ali, salah seorang anggota GFC-USU, ia
tidak menyangka akan memperoleh keasyikan dalam bermain capoeira, kini ia telah
berhasil memeragakan gerakan-gerakan 
ginga, handstand backflip, headspin
,handstand Whirling. Lain halnya dengan Mulya, anak muda yang satu ini lebih
melihat capoeira sebagai sebuah alternatif seni beladiri yang menghibur dan unik.
Jika ingin mengetahui bagaimana Capoeira itu sebenarnya, anda hanya perlu datang
ke gedung fitnes cikal USU. Di sana anda akan melihat 
para Capoerista duduk
berkeliling sambil bertepuk tangan menyayikan lagu-lagu khas capoeira, sementara
para Capoeirista lain berada ditengah-tengah lingkaran memainkan pertandingan
diantara sesama mereka. 
Tidak perlu takut cedera olah raga ini awalnya ditujukan justru untuk tidak
melibatkan sentuhan fisik.
“Olah raga ini memang belum terlalu dikenal di kota Medan, tapi secara pasti lambat
  
5
laun olah raga ini pasti akan mengalami kemajuan,” ujar Julius, salah seorang
instruktur di GFC-USU. Ia mengatakan saat ini Capoeira memang tampak masih
awam bagi sebagian orang, dan masih banyak diantara mereka yang belum dapat
mendefinisikan apa itu Capoiera. “Capoeira itu terdiri dari tiga unsur, unsur bela diri,
permainan, dan tarian. Jika dilihat secara pintas gerakan-gerakan capoeira tampak
seperti sedang memainkan tarian, tapi sebenarnya tidak gerakan itu kebanyakan
berupa ginga (kuda-kuda dalam capoeira). Kuda-kuda seperti inilah yang
membedakan dengan seni beladiri taekwondo, karate, dan lainnya yang umumnya
kuda-kudanya berada pada posisi statis atau tidak bergerak.
Belajar Capoeira juga bukan cuma berlatih jurus-jurusnya. Kita akan diajari filosofi,
nyanyian, dan memainkan alat musik khas Brasil. Semua keahlian ini digunakan agar
kita semakin menjiwai Capoeira. "Kami juga selalu berusaha menciptakan suasana
kekeluargaan supaya anggota-anggota makinbetah,". Dari suasana kekeluargaan ini,
anggota klub lebih mudah menyerap filosofi Capoeira. Salah satu filosofinya,
"Capoeira dalam bahasa Brasil berarti rumput yang rendah. Jadi, seorang Capoeirista
tidak boleh sombong. Mereka harus menghormati orang-orang dan menghindari
permusuhan,"
Walaupun Capoeira merupakan Ilmu bela diri, tidak berarti capoeirista boleh
menyombongkan keahliannya. Seorang Capoeirista sejati harus sabar dan hanya
menggunakan ilmu jika keadaan sudah memaksanya untuk membela diri.
Sebab, tujuan utama Capoeira bukan untuk melakukan kekerasan, tetapi
menghindarinya.Ini sudah jadi tujuan Capoeira sejak digunakan budak-budak Angola.
Mereka dilarang menunjukkan gerakan agresif pada majikannya sehingga
dikembangkan trik mengecoh atau malandro. Sampai saat ini, Capoeirista cenderung
menonjolkan kelincahan dan kecerdikan daripada kekuatan dan kekerasan.
Sejak awal diciptakan, Capoeira wajib melibatkan tarian, musik, dan lagu.Ketiga
unsur inilah yang selalu ditampilkan hingga sekarang. Ketika latihan, ada sesi yang
disebut roda (baca: hoda).
Saat roda, pemain Capoeira akan berkumpul melingkar dan bernyanyi lagu
khusus.Salah satu atau beberapa orang dari mereka juga akan memainkan alat musik
khas Brasil, seperti tamborin yang disebut
pandeiro
dan berimbau, instrumen yang
bentuknya seperti busur panah.Kemudian, semua anggota maju berpasangan secara
bergantian untuk saling beradu. Tetapi, tidak ada gerakan yang sengaja menjatuhkan
lawan seperti yang sering ditampilkan bela diri lain. Bahkan, gerakan mereka terjadi
lambat dan sebisa mungkin tidak mengenai tubuh lawan.Atraksi terus berlanjut
sambil ditimpali senyum keakraban dan iringan dendang unik. Semua ini membuat
kita sadar. Bukan hanya jurus bela diri yang membuat banyak orang kecanduan
Capoeira. Akan tetapi, suasana keakraban yang terjalin didalamnya.
artikel dari indosiar.com
  
6
Capoeira, Tarian Maut yang Bersahabat
Seni bela diri Capoeira ternyata populer di Indonesia. Seni bela diri ini berbeda dari
yang lain karena apa ? Karena menggunakan musik dalam gerakannya, jadi
menimbulkan suasana yang gembira dan bersahabat. Tapi jangan salah gerakan ini
bisa berbahaya kalau memang ditujukan untuk melawan serangan.
Mereka ini sedang melakukan Capoeira. Sebuah jenis bela diri asal Brazil yang
gerakan - gerakannya terkenal eksotik. Gimana nggak ? Sepintas kalau dilihat seperti
lagi menari kan ? Apalagi kalau begini pakai iringan tabuhan musik khas Brazil
batucada.
Padahal gerakan mereka itu sebenarnya jurus -
jurus berkelahi yang sangat
mematikan. Sejak awal Capoeira memang sebuah aksi bela diri berkedok tarian.
Diciptakan tahun 1500 an oleh orang - orang Afrika yang dijadikan budak di Brazil
dengan tujuan melawan pasukan koloneal.
Tahun 1900an Capoeira mulai berkembang dan tersebar ke seluruh penjuru dunia. Di
Indonesia sendiri masyarakat mulai kenal seni bela diri asal negeri Samba itu sejak
akhir tahun 90 an. Ditandai dengan munculnya sejumlah tempat latihan Capoeira.
Nah.. akhir Juli kemarin sejumlah mestre sebutan bagi para master Capoeira asal
Brazil datang ke Indonesia dalam rangka di Jakarta Internasional Capoeira Festival
2008 atau CapoFest. 
Aksi seni beladiri ala negeri Samba itu memang bisa dibilang lain dari yang lain.
Dengan iringan musik tabuhnya, orang pun jadi asyik mengikuti baik sebagai
penonton maupun sebagai Capoeiresta
sebutan bagi mereka yang menekuni
Capoeira.
Setiap latihan, setiap Capoeiresta maju berpasangan secara bergantian saling beradu,
tapi tidak ada gerakan yang sengaja untuk menjatuhin lawan.
Bahkan gerakan mereka cenderung lambat dan sebisa mungkin nggak mengenai
tubuh lawan. Suasana gembira, senyum bersahabat iringan musik juga selalu
mewarnai.
Ingin tahu juga ya jadinya. Salah satu Capoeiresta
asal Brazil, Alessandro Gomes
Dereis untungnya berbaik hati ngasih tahu salah satu gerakan dasar. Gerakan dasar
Capoeira yang dinamai zinga ini mirip sama orang lagi menari, tapi ini sebenarnya
sejenis kuda - kuda.
Yang namanya kuda -
kuda kalau dilakukan tidak sempurna sudah pasti gampang
diserang lawan. Tapi yang unik jadi kuda -
kuda pada Capoeira ini selain berguna
untuk bertahan dari serangan lawan sekaligus sebagai ancang -
ancang untuk
menyerang.
Dengan musik dan olah gerak yang dinamis memang bikin Capoeira jadi sesuatu
yang enak dinikmati. Makanya tak heranlah kalau Capofest
digelar disebuah pusat
  
7
pertokoan di Jakarta mulai tanggal 23 hingga 27 Juli lalu selalu mengundang orang
untuk nonton.
Festival ini diselenggarakan International Sinha Bahia de Capoeira (ISBC) sebuah
perguruan Capoeira bersertifikat international bekerjasama dengan Kedutaan Besar
Publik Brazil di Indonesia.
artikel dari mediaindonesia.com
By movers
Monday June 4, 2012
CAPOEIRA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang terbilang baru di
Universitas Bina Nusantara. Nama klub capoeira di kampus itu ialah Cordao de Ouro
Capoeira Bina Nusantara University. Meski tergolong baru, sedikitnya sudah ada 46
mahasiswa bergabung di klub tersebut. Syarat untuk bisa bergabung ke UKM seni
bela diri asal Brasil itu gampang saja, yang penting punya niat untuk serius latihan.
“Kami rutin latihan hari Selasa pukul 17.00 dan Kamis pukul 18.30 di hall kampus
Kijang Binus. Semua anggota memakai seragam yang disebut abada dan casima yang
berwarna dominan putih,” terang Ketua Capoeira Binus, Elfrina Anggraeni, kepada
Move.
Sampai saat ini Capoeira Binus sering diminta mengisi acara di berbagai kegiatan,
misalnya Binus Jazz, Studio Jamz, dan acara Binus Mandarin Club di Pluit Junction.
“Acara terakhir kami adalah bakti sosial pemberian beasiswa pendidikan, buku, dan
pelatihan pertahanan diri untuk teman-teman kita yang membutuhkan,” kata Elfrina.
Menurut Elfrina, berbeda dengan olahraga bela diri lain yang kadang dipertandingkan
dalam suatu kompetisi, capoeira nyaris tidak dikompetisikan. Kok bisa begitu, ya?
“Ini karena prinsip dalam capoeira bukan untuk mengalahkan orang lain, tapi
pertahanan diri sekaligus seni yang menghibur,” kata Elfrina yang bersama Capoeira
Binus saat ini sedang bersiap untuk berpartisipasi di acara workshop Lima Bela Diri
yang ada di kampusnya.
Sama seperti bela diri lainnya, capoeira juga punya sistem sabuk untuk mengukur
kemampuan anggotanya. Kenaikan level sabuk di capoeira untuk level pemula
membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Semakin tinggi tingkatan, diperlukan sedikitnya
setahun untuk naik tingkat kembali. Tinggi tingkatan sabuk tak hanya sebagai
pengukur kemampuan, tapi juga bagaimana kita bertanggung jawab untuk mengurus
  
8
kelompok tempat kita bernaung.
Pada Oktober 2011, seluruh klub capoeira di Indonesia, termasuk Capoeira Binus,
mengadakan batizado atau kenaikan tingkat yang dihadiri master capoeira dari Brasil
dan Eropa.
Daftar grup resmi dari brasil yang ada di Indonesia
Indonesia/305046779522899  (jacobina arte)
2.3 Hasil Survey
       
   2.3.1 interview
   Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa orang yang menjadi
awal muncul nya
Capoeira
di Indonesia. penulis mendapatkan fakta-fakta
mengenai perkembangan Capoeira di Indonesia. Menurut mereka, Capoeira
ini
suatu hal yang  menarik di Indonesia khususnya Jakarta. "Semua keindahan
gerak yang ada di Capoeira ini akan terus berkembang dan keinginan masyarakat
juga akan terus bertambah. Oleh karena itu semakin banyaknya grup Capoeira
yang bermunculan di ibukota maupun kota-kota lain nya, dan akan terus lebih
mengembangkan budaya yang berasal dari brazil ini. "satu kutipan yang penulis
tanggap dari mereka.
Mereka pun memiliki alasan tersendiri mengapa memilih untuk
berkecimpung dalam dunia seni beladiri ini. "Indah dan menyenangkan" dua kata
ini selalu diucapkan oleh mereka. "Pada saat ber Capoeira saya bisa merasakan
kecerian yang luarbiasa dan juga saya bisa merasakan kekeluargan yang sangat
kental antar sesama Capoerista." salah satu cerita dari mereka. (Odeo)
Gerakan yang seolah-olah seperti tarian inilah menjadi keunikan dari seni
beladiri Capoeira. Mereka pun menyebutkan faktor pendukung yang dapat
digunakan untuk melengkapi permainan tersebut. Musik menjadi salah sati factor
yang penting dalam Capoeira, musik digunakan menjadi tempo dalam permainan
Capoeira, yang dimana permainan Capoeira itu bisa ada yang cepat dan bisa ada
yang lambat. "Intinya perkembangan Capoeira akan terus berkembang,mulai dari
banyak nya minta masyarakat di hingga semakin banyak lagi grup/organisasi
Capoeira
Internasional yang menyebarkan ilmu dan budaya tersebut
di
Indonesia. "kutipan dari (desmaykha).
Odeo Tamaguru sianipar (Deo), seorang leader dalam sebuah grup
Capoeira Cordao de ouro di Jakarta ini telah menekuni seni beladiri Capoeira
  
9
ini dari 12 tahun yang lalu. Dari hasil percakapan dengan Deo, dia berpendapat
“Capoeira adalah suatu unusr yang komplit yang dimana Capoeira tidak akan
bisa lepas dari musik, tidak bisa lepas dari budaya,filosofi dan komunitas akan
tetapi tetap di sebut dengan beladiri. Jadi capoeira  itu kumpulan dari segala
macam seni yang menjadi satu, tetapi menjadi kan sesuatu yang unik”
       
2.3.2 Buku pembanding / Buku Refrensi
Photobook Capoeira by Jari kivela
                                      Gambar 2.1 Capoeira book
                                             Gambar 2.1a Capoeira book
Photobook Capoeira adalah buku karya dari Jari Kivela yang menampilkan
semua visual Capoeira.
Mandinga Capoeira book
  
10
                           Gambar 2.2 Capoeira book
                                     Gambar 2.2b Capoeira Book
Mandinga “history of Capoeira Angola” ini berisi foto-foto dan cerita tentang
Capoeira Angola.
2.3.3  Data Penerbit
  
Penerbit dalam publikasi buku Jogo Bonito
adalah Red & White
Publishing. R&W Publishing di Jakarta pada tahun 2004 dan dinamai dari warna
bendera nasional Indonesia yang membawa semangat untuk mempromosikan
seni dan sejarah bangsa Indonesia ke dunia international.
R&W Publishing
ini mencakup dalam dunia seni, fotografi, desain,
arsitektur-infrastruktur, budaya, musik dan fashion. Buku-buku yang diterbitkan
oleh R&W sudah diakui kualitasnya dari konten, desain, dan produksi.
Salah satu alasan memilih R&W menjadi penerbit atas publikasi buku ini
karena R&W menerbitkan buku-buku referensi fotografi yang bertajuk
Indonesia. Variasi yang spresifik dan lengkap menjadikan buku referensi visual
yang diterbitkan R&W diburu para pembaca khususnya pecinta Capoeira.
  
11
2.3.4  Daftar isi / Content Buku
Sinopsis
Daftar Isi
Capoeira
Capoeira di Indonesia
Musik Capoeira
Gerak Capoeira
   Analisa kasus
Data-data di atas menjadi acuan saya untuk mengangkat tema Capoeira ke
dalam buku yang akan saya buat, yaitu mengenai Capoeira di indonesia,
mulai dari perkembangannya hingga saat ini sampai dengan ulasan tentang
seni gerak bela diri Capoeira, dan meningkatkan daya tarik masyarakat untuk
mengenal bela diri capoeira.
2.3 Analisa SWOT
strength
Menarik perhatian khalayak mulai dari masyarakat umum yang belum mengenal dan
mengetahui Capoeira, sampai dengan orang-orang yang mendalami capoeira itu
sendiri atau yang dikenal dengan sebutan Capoeirista. Dan belum adanya buku
Capoeira yang berisi kan verbal disertai dengan visual yang menarik.
Weaknessess
Kurangnya ketertarikan masyarakat akan kebudayaaan asing yang
berkembang di Indonesia. 
Kurangnya minat masyarakat terhadap seni bela diri.
Kurangnya minat membaca.
Opportunity
Semakin banyak masyarakat yang menyenangi seni bela diri Capoeira.
Banyak sekali Capoeirista yang membutuhkan acuan dalam mengembangkan
pengetahuannya tentang Capoeira.
Ketertarikan masyarakat yang menyukai budaya Asing, mulai dari yang
menekuni secara serius, sampai kepada masyarakat yang mengikuti gaya
hidup atau tren.
Threat
Visual yang kurang menarik menyebabkan berkurangnya minat pembaca, yang dapat
secara tidak langsung mengakibatkan hilangnya ketertarikan pembaca terhadap
Capoeira. 
  
12
2.4 Target Audience
Demografis
Jenis Kelamin 
: Pria dan Wanita
Umur
: 17-30
SES
: A – B
Geografis
Domisili
: Kota-kota besar di Indonesia.
Psikografis
Masyarakat yang suka dengan seni beladiri.
Masyarakat yang suka beraktifitas.
Masyarakat yang suka dengan sesuatu yang baru dan penuh
tantangan.
Pelajar , mahasiswa/i dan karyawan.
Masyarakat yang menyukai budaya Asing.