Start Back Next End
  
20
memiliki hubungan emosional khsusu terhadap tempat tertentu (Hidalgo & Hernandez,
2001; dalam Ujang & Dola, 2012). Sedangkan place identity
(identitas tempat) sangat
terkait dengan segi emosional pada attachment yang dibentuk atas hasil dari keterikatan
dan identifikasi individu terhadap tempat melalui aktivitas dan individu yang berkaitan
(Davenport & Anderson, 2005; dalam Ujang & Dola, 2012).
2.3.2 Faktor–faktor yang Mempengaruhi Place Attachment
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses attachment to place (Davenport &
Anderson, 2005; dalam Ujang & Dola, 2012) yakni:
1. Kesesuaian antara needs dengan goals individu dengan setting fisiknya
2. Pilihan tetap tinggal atau pergi
 
3. Mobilitas rendah.
  4. Jaringan sosial & setting fisik yang ada
5. Jangka waktu bertempat tinggal di suatu tempat (Shumaker& Taylor, 1983;
dalam Widjajanti, 2013)
2.3.3 Tingkatan Place Attachment
Intensitas attachment to place menurut Rubinstein (1984; dalam Widjajanti,
2013)
 
Level 1, manusia hanya tahu tentang suatu tempat dan memikirkannya tanpa
mengalami perasaan atau memori pribadi yang kuat.
 
Level 2, “personalized attachment”, bila manusia mempunyai memori tentang
suatu tempat yang tidak dipisahkan dari pengalaman pribadinya.
Level 3, “extention”, bila suatu tempat memberikan memori emosional atau
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter