![]() 16
terjadi apabila seseorang memiliki kepercayaan diri dalam sebuah pertukaran dengan
mitra yang memiliki integritas dan dapat dipercaya.
Mayer et al. (1995, dalam Rofiq, 2007) mendefinisikan trust adalah kemauan
seseorang untuk peka terhadap tindakan orang lain berdasarkan pada harapan bahwa
orang lain akan melakukan tindakan tertentu pada orang yang mempercayainya, tanpa
tergantung pada kemampuannya untuk mengawasi dan mengendalikannya.
Ba dan Pavlou (2002, dalam Rofiq, 2007) mendefinisikan trust adalah penilaian
hubungan seseorang dengan orang lain yang akan melakukan transaksi tertentu menurut
harapan orang kepercayaannya dalam suatu lingkungan yang penuh ketidakpastian.
Berdasarkan definisi di atas, maka dapat dinyatakan bahwa trust adalah
kepercayaan pihak tertentu terhadap yang lain dalam melakukan hubungan transaksi
berdasarkan
suatu keyakinan bahwa orang yang dipercayainya tersebut akan memenuhi
segala kewajibannya secara baik sesuai yang diharapkan (Rofiq, 2007).
2.2.2 Kecenderungan Trust
Kecenderungan trust (Wade & Robison, 2012) merunjuk pada seberapa banyak
mereka bersedia untuk bergantung pada orang lain secara umum. Hal ini dibentuk oleh
pengalaman hidup. Kepercayaan adalah kecenderungan sifat kepribadian yang umumnya
stabil yang dapat diukur.
Individu dengan kecenderungan kepercayaan yang tinggi atau rendah cenderung
memiliki ciri-ciri kepribadian dan karakteristik tertentu. Faktor-faktor yang telah
mempengaruhi kecenderungan kepercayaan meliputi:
a. Level of extroversion/neuroticism
Orang dengan keterbukaan tinggi (fleksibel atau energik) dan neurotisisme
|