Start Back Next End
  
37
2.
Ketidakpastian yang melekat dalam setiap rantai pasokan;
permintaan pelanggan tidak dapat diramalkan dengan tepat, tidak
pernah yakin akan waktu perjalanan, dan mesin dan kendaraan
akan rusak. Rantai pasokan harus didesain untuk menghilangkan
ketidakpastian semaksimal mungkin dan untuk menangani secara
efektif ketidakpastian yang tersisa.
2.5.     E-Supply Chain Management
2.5.1Pengertian E-Supply Chain Management
E-Supply Chain Management
adalah penggunaan teknologi
kolaboratif untuk meningkatkan operasi dari kegiatan rantai pasokan
serta manajemen rantai pasokan (Turban et al., 2008, p. 309).
E-Supply
Chain Management adalah filosofi manajemen
strategis dan taktis yang bertujuan untuk menghubungkan secara
kolektif kapasitas produksi dan sumber daya yang ada dalam suatu
jaringan supply chain
dengan mengaplikasikan teknologi internet
untuk menemukan solusi inovatif dan sinkronisasi kemampuan supply
chain
dalam menyediakan nilai yang unik bagi pelanggan
(Ross,
2003, p. 18).
E-Supply Chain Management
mengacu pada dampak bahwa
internet memiliki pada integrasi proses bisnis utama dari pengguna
akhir melalui pemasok asli yang menyediakan produk, jasa, dan
informasi yang menambah nilai bagi pelanggan dan stakeholder
lainnya (Gimenez Thomsen dan R. Lourenco, 2004).
Jadi dari beberapa pendapat diatas, dapat ditarik kesimpulan
bahwa
e-Supply Chain Management adalah penggunaan teknologi
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter