Start Back Next End
  
50
      Sumber : Pearce II dan Robinson, 2008, p. 209
Gambar 2.2. Rantai Nilai
2.8.   Konsep Make-to-Stock dan Make-to-Order
Secara umum, proses make-to-stock
diakhiri dengan persediaan barang
jadi, pesanan pelanggan tersebut kemudian tersedia dari persediaan. Proses
make-to-stock
dapat dikontrol berdasarkan jumlah aktual atau yang
diantisipasi dari persediaan barang jadi
(Jacobs dan
Chase, 2011, p. 150). 
Dalam lingkungan make-to-stock
(MTS) , fokus utama dari kegiatan
permintaan manajemen adalah dalam hal pengelolaan persediaan barang jadi.
Dalam lingkungan ini, pelanggan membeli langsung dari persediaan yang
tersedia, sehingga layanan pelanggan sangat ditentukan oleh apakah item
mereka tersedia atau tidak. (Berry et al., 2011, p. 36)
Sedangkan, proses make-to-order
hanya aktif sebagai respon terhadap
pesanan yang sebenarnya. Persediaan (baik barang dalam proses dan barang
jadi) disimpan seminimal mungkin. Secara teoritis, dapat diharapkan bahwa
waktu respon akan lambat karena semua kegiatan harus diselesaikan sebelum
produk dikirim ke pelanggan. Pelayanan sesuai dengan sifatnya sering
menggunakan proses make-to-order (Jacobs dan Chase, 2011, p. 149). Dalam
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter