|
32
2.1.11 Akustik
Kata akustik berasal dari bahasa Yunani akoustikos, artinya segala
sesuatu yang bersangkutan dengan pendengaran pada suatu kondisi ruang yang
dapat mempengaruhi mutu bunyi. Akustik bertujuan untuk mencapai kondisi
pendengaran suara yang sempurna yaitu murni, merata, jelas dan tidak
berdengung sehingga sama seperti aslinya, bebas dari cacat dan kebisingan.
(Suptandar, 2004 : 1).
Setiap material bangunan dan perabot ruang memiliki kondisi akustik
yang berkemampuan sebagai penyerap dan pemantul suara pada derajat
tertentu, tergantung dari tipisnya bahan, porositas, konstruksi serta frekuensi.
Faktor tersebut tergantung dari sifat akustik tiap jenis material.
-
Bata, merupakan blok bangunan moduler, terbuat dari tanah liat, bersifat
sebagai pereduksi udara yang sangat baik. Bata dengan campuran bahan
peredam seperti jerami, serabut sangat dianjurkan karena sifat peredaman
suara akan semakin baik.
-
Beton, material hasil campuran dari bahan semen, batu, pasir, besi tulangan,
dan air mempunyai daya kuat terhadap gaya tekan, digunakan untuk dinding
struktural. Beton merupakan pereduksi kebisingan udara yang sangat baik,
dan tidak bersifat sebagai penyerap.
-
Unit-unit blok beton, digunakan sebagai modular bangunan, bersifat
mereduksi suara dan sangat baik, tergantung pada berat dan tidak pada
kepadatan blok beton.
-
Kaca, merupakan bahan transparan dari silikat yang sangat ringan, dan
bersifat sebagai pereduksi yang sangat baik terutama pada frekuensi
menengah.
|