|
18
Terdapat juga toko buku yang bernama Diamanboghandlen
yang menjual
berbagai macam jenis buku seperti arsitektur dan desain seni Denmark, sejarah, buku
fiksi berbahasa Denmark dan Inggris, buku fotografi, buku anak-anak, buku music
klasik, kartu pos, poster, cinderamata, alat tulis eksklusif, dan buku terbitan The Royal
Library. Selain itu, terdapat pula Queens Hall
yang digunakan untuk
menyelenggarakan beberapa acara seperti konser, konferensi, film, balet, dan teater.
Untuk menyelenggarakan pameran
Black Diamond
juga mempunyai
dua area untuk
pameran, yang terbesar adalah The Peristyle
(600 m²) untuk
menyelenggarakan
pameran berbagai macam kebudayaan dan sejarah. Area lainnya yaitu The Montana
Hall yang menyimpan berbagai macam harta karun perpustakaan dan koleksi-koleksi
kebudayaan nasional yang paling langka. Selain itu, di dalam Black Diamond
juga
terdapat dua museum, yaitu National Museum of Photography dan National Museum of
Cartoon Art.
3.
Strahov Art & Theological Library (Prague, Czech Republic)
Sejarah gereja Strahov biara mencerminkan dari biara. Awalnya dibangun
sebagai sebuah basilika Romawi, gereja dibangun kembali dalam gaya Gothic setelah
itu dihancurkan oleh api pada tahun 1258. Dua abad kemudian gereja dijarah oleh
Hussites dan diperbaiki dalam gaya Renaissance. Setelah penembakan oleh pasukan
Perancis pada tahun 1742 gereja itu diperbaiki sekali lagi, kali ini dalam gaya Baroque.
Gereja Strahov juga dikenal sebagai Basilika Bunda Maria, memiliki interior kaya
dekorasi seperti lukisan dinding dicat pada tahun 1774, dua belas lukisan dinding yang
menggambarkan kehidupan St Nobertus (pendiri Premonstratensians).
Bagian yang paling menarik dari biara adalah Aula Balai Teologi dan Filsafat.
The Hall Theological
merumahkan koleksi buku teologis dari perpustakaan Strahov
yang terkenal. Koleksi berisi lebih dari 200.000 buku dan termasuk karya-karya dari
printer terkenal seperti Christoffel Plantin. Selain buku yang berharga, aula juga berisi
bola abad ke-17 tentang beberapa geografis dan astronomi. Sedangkan The Hall
Filosofis
dibangun antara 1782 dan 1784. Lukisan langit-langit di aula ini
menggambarkan sejarah umat
manusia, diciptakan pada tahun 1794 oleh pelukis Franz
Anton Austria Maulbertsch.
|