Start Back Next End
  
25
2.1.5.d Pemeliharaan Koleksi Bahan Pustaka
Indonesia sebagai daerah tropis memiliki berbagai musuh buku seperti alam
(cuaca/bencana), manusia dan hewan. Manusia yakni pengunjung bisa
menjadi musuh
buku bilamana dia memperlakukan buku dengan kasar yang dapat
mengakibatkan
kerusakan fisik buku
seperti sobek, tercoreh,
dan tergunting. Sedangkan hewan yang
bisa mengakibatkan kerusakan buku yaitu mikro-organisme, tikus, rayap, kecoa,
kumbang/kutu buku, dan ngengat. Dalam hal ini pengawasan perlu dilakukan terhadap
lingkungan dan fisik gedung perpustakaan. 
Kegiatan memelihara dan merawat bahan pustaka meliputi pekerjaan:
Melakukan perbaikan setiap koleksi buku/bahan pustaka yang memerlukan
perbaikan.
Melakukan kegiatan pengawetan buku/bahan pustaka.
Untuk koleksi yang terekam, pemeliharaan ditangani secara tersendiri
misalnya menempatkan atau menyimpan pada ruangan khusus dengan
pendingan udara (AC).
Semua koleksi hendaknya terhindar dari debu dan kotoran seperti datangnya
binatang serangga, tikus dan lain-lain.
Standar pelestarian pemeliharaan koleksi bahan pustaka bisa dilihat dari sisi:
Kendala Serangga
Jenis serangga yang disebutkan diatas cenderung hidup di ruang gelap dan
mampu memasuki gedung perpustakaan melalui pintu, jendela, lubang angin, dan
saluran air. Maka hal yang perlu di perhatikan pada perpustakaan adalah:
Pintu dan jendela ditutup rapat.
Dalam pembuatan pintu hendaknya
mempertimbangkan celah di bagian
bawah pintu untuk menghindari serangga berbentuk pipih.
Lampu di beberapa tempat di usahakan untuk tetap hidup (khususnya pada
saat jam perpustakaan tutup).
Material kayu harus dilapisi lapisan anti rayap
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter