Start Back Next End
  
72
bertiup ke arah wajah daripada tertiup udara dai arah belakang kepala.
Udara harus dapat menjangkau tiap sudut ruangan tanpa menyisakan
stagnant zone
dan suhu udara harus tetap di setiap area ruangan.
Sistem
penghawaan juga harus beroperasi dengan tingkat kebisingan yang sangat
rendah.
Jika dinding atau atap dari auditorium di-expose
tanpa dilapisi oleh
bagian bangunan yang lain, maka beban pada sistem penghawaan akan lebih
besar. Atap yang buruk, misalnya, akan menyerap panas matahari dan
meradiasikannya kembali pada penonton yang berada tepat di bawahnya.
Apabila dinding auditorium juga di-expose
dengan sedikit sekali
perlindungan, akan semakin membuat penonton menjadi tidak nyaman. 
Pasokan udara ke dalam auditorium sebaiknya tidak kurang dari
28m³/jam tiap orang. Apabila aliran udara terlalu besar maka ada
kemungkinan tiri-tirai dan latar akan tertiup juga. Ada dua tipe sistem
ventilasi untuk ruang auditorium, yakni upward system of ventilation
dan
downward system of ventilation. Upward system of ventilation
hanya bisa
digunakan jika udara yang masuk memiliki suhu yang sama dengan udara
yang sudah ada di dalam ruangan. Bila selisih temperatur udara besar, akan
terjadi angin dingin. Downward system of ventilation
adalah cara terbaik
untuk menghadirkan udara sejuk ke dalam auditorium tanpa menyebabkan
angin. Inlet dapat diletakan di langit-langit atau di dinding samping dan
belakang pada posisi yang tinggi. 
G. Keamanan
Arsitek dan pihak manajemen gedung harus paham dan mengerti
mengenai prinsip-prinsip keamanan gedung, dan bekerja sama untuk
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter