Start Back Next End
  
20
Rasio likuiditas digunakan untuk menganalisa dan menginterpretasikan posisi
keuangan jangka pendek, dan sangat membantu bagi manajemen untuk mengecek
efisiensi modal kerja yang digunakan dalam perusahaan. Para pengguna laporan
keuangan yang tertarik pada investasi jangka pendek akan menggunakan rasio ini
sebagai alat ukur kinerja perusahaan. 
Menurut Sutrisno (2009 : 215), mendefinisikan likuiditas adalah kemampuan
perusahaan untuk
membayar kewajiban - kewajibannya yang harus segera dipenuhi.
Sedangkan menurut Fahmi
(2012
:
59), mengemukakan bahwa rasio likuiditas
(liquidity ratio) adalah kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka
pendeknya secara tepat waktu. 
Dari pernyataan diatas, maka dapat disimpulkan rasio likuiditas merupakan
rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan untuk membayar semua
kewajiban financial
jangka pendek pada saat jatuh tempo dengan menggunakan
aktiva lancar yang tersedia. 
Berikut akan dijelaskan lebih rinci mengenai rasio likuiditas, antara lain :
1. Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio yang sering umum digunakan untuk menganalisis posisi modal kerja
suatuperusahaan adalah Current Ratio yaitu perbandingan atara jumlah aktiva lancar
dengan hutang lancar.
Menurut Sutrisno (2009 : 216), menjelaskan Current ratio adalah rasio yang
membandingkan antara antara aktiva yang dimiliki perusahaan dengan hutang jangka
pendek.
Sedangkan menurut Athanasius (2012 : 69), rasio lancar merupakan yang
paling umum dalam mengukur tingkat likuiditas suatu perusahaan. Semakin tinggi
rasio lancar ini, maka perusahaan dianggap semakin mampu untuk melunasi
kewajiban lancarnya. Rumus Current Ratio adalah :
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter