Start Back Next End
  
22
cerita, dan sebaliknya, ada tokoh-tokoh yang hanya dimunculkan sekali atau
beberapa kali dalam cerita, dan itupun mungkin dalam porsi penceritaan yang relatif
pendek. Tokoh yang disebut pertama adalah tokoh utama cerita (central character,
main character), sedang yang kedua adalah tokoh tambahan (peripheral character).
     Boulton (dalam Aminuddin, 1984, hal.85) mengungkapkan bahwa cara sastrawan
menggambarkan atau memunculkan tokohnya dapat menempuh berbagai cara.
     Tokoh-tokoh cerita sebagaimana dikemukakan di atas, tak akan begitu saja serta-
merta hadir kepada pembaca. Mereka memerlukan “sarana” yang memungkinkan
kehadirannya. Masalah penokohan dalam sebuah karya tak semata-mata hanya
berhubungan dengan masalah pemilihan jenis dan perwatakan para tokoh cerita saja,
melainkan juga bagaimana melukiskan kehadiran dan penghadirannya secara tepat
sehingga mampu menciptakan dan mendukung tujuan artistik karya yang
bersangkutan. 
     Nurgiyantoro (2002, hal.195-211) menjelaskan pula mengenai teknik pelukisan
tokoh, sebagai berikut.
a.
Teknik Cakapan
     Percakapan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh cerita biasanya juga dimaksudkan
untuk menggambarkan sifat-sifat tokoh yang bersangkutan. Percakapan yang baik,
efektif, lebih fungsional adalah percakapan yang menunjukkan perkembangan plot
dan sekaligus mencerminkan sifat kedirian tokoh pelakunya.
b.
Teknik Tingkah Laku
     Jika teknik cakapan dimaksudkan untuk menunjuk tingkah laku verbal yang
berwujud kata-kata para tokoh, teknik tingkah laku menyaran pada tindakan yang
bersifat nonverbal, fisik. Apa yang dilakukan orang dalam wujud tindakan dan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter