Start Back Next End
  
12
     Menurut Desmita (2009, hal.227), salah satu karakteristik dari pola hubungan
anak usia sekolah dengan teman sebayanya adalah munculnya keinginan untuk
menjalin hubungan pertemanan yang lebih akrab atau yang dalam kajian psikologi
pertemanan disebut dengan istilah friendship (persahabatan). Jadi, persahabatan lebih
dari sekedar pertemanan biasa.
     Menurut Santrock (2008), “di awal masa remaja, para remaja umumnya lebih
memilih untuk memiliki persahabatan dalam jumlah lebih sedikit yang lebih
mendalam dan lebih akrab daripada anak-anak di usia yang lebih muda” (hal.434).
     Menurut Dariyo (2004, hal.127-128), persahabatan merupakan hubungan
emosional antara dua individu atau lebih, baik antara sejenis maupun berbeda jenis
kelamin, yang didasari saling pengertian, menghargai, mempercayai antara satu dan
yang lainnya. Hal yang membuat mereka mengadakan hubungan yang akrab adalah
unsur komitmen, yaitu tekad untuk mempertahankan ikatan emosional itu. 
     Menurut Craighead & Nemeroff (2004, hal.381), persahabatan adalah hubungan
yang penting dalam semua kebudayaan dan sepanjang rentang kehidupan yang
memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) hubungan dyadic; (2) adanya unsur
perhatian dan kepedulian (afeksi) yang saling berbalasan (hubungan timbal-balik); (3)
bersifat sukarela; (4) bersifat egalitarian; (5) sebagai kawan dalam melakukan
kegiatan bersama-sama. Persahabatan memiliki fungsi antara lain: menyediakan
sumber dukungan dan kesempatan bagi individu untuk penyingkapan diri dan
keakraban.
     Menurut Gea, dkk (2005, hal.194), hubungan kedekatan satu sama lain tentu jauh
lebih terasa lagi dalam hubungan yang disebut persahabatan. Seorang sahabat adalah
mitra untuk mengerjakan sesuatu dan menghabiskan waktu bersama-sama, juga
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter