|
11
operasi mereka, mereka juga memiliki tanggung jawab untuk merancang, melaksanakan dan
memantau pengendalian internal sistem mereka. Internal kontrol biasanya
berada di
pusat
sekitar sistem informasi akuntansi perusahaan, yang merupakan fungsi utama untuk
memindahkan informasi keuangan perusahaan. Oleh karena itu, pengendalian internal
membantu manajer untuk memonitor dan mengukur efektivitas operasi akuntansi atas kinerja.
2.2.3 Komponen Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Romney dan Steinbart (2006, p6), ada enam komponen dalam sistem
informasi akuntansi, yaitu :
1.
People, yang mengoperasikan sistem dan melaksanakan berbagai fungsi.
2.
Procedures and instruction, baik manual maupun otomatis, yang termasuk dalam
kegiatan pengumpulan, pemrosesan, dan penyimpanan data tentang kegiatan
organisasi.
3.
Data, tentang organisasi dan proses bisnis organisasi.
4.
Software, digunakan untuk memproses data organisasi.
5.
Information technology infrastructure, mencakup komputer, peripheral device
dan
peralatan jaringan
komunikasi yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses,
menyimpan dan mentransformasikan data dan informasi.
6.
Internal control and security measures, yang menjaga keamanan data dalam sistem
informasi akuntansi.
2.2.4
Siklus Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Romney dan Steinbart (2006,p29), siklus pemrosesan transaksi pada sistem
adalah suatu rangkaian aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya
mulai dari proses pembelian, produksi, hingga penjualan barang dan jasa.
Siklus transaksi pada perusahaan dapat dibagi ke dalam lima subsistem,yaitu :
1.
Revenue cycle, terjadi dari transaksi penjualan dan penerimaan kas.
2.
Expenditure cycle, terdiri dari peristiwa pembelian dan pengeluaran kas.
3.
Human Resource/ Payroll cycle, terdiri dari peristiwa yang berhubungan dengan
perekrutan dan pembayaran atas tenaga kerja.
4.
Production cycle, terdiri dari peristiwa yang berhubungan dengan pengubahan bahan
mentah menjadi produk/jasa siap dipasarkan.
|