|
11
Menurut John R. Wenburg dan William W.Wilmot juga Kenneth K.
Sereno dan Edward M. Bodaken, terdapat tiga pemahaman mengenai
komunikasi, yaitu komunikasi sebagai tindakan satu arah, komunikasi
sebagai interaksi, dan komunikasi sebagai transaksi
(Mulyana, 2000, p. 62).
Komunikasi sebagai tindakan satu arah (linier), yaitu proses dimana pesan
diibaratkan mengalir dari sumber dengan melalui beberapa komponen
menuju kepada komunikan. Definisi tersebut sesuai dengan pendapat Everett
M. Rogers yang mengatakan bahwa komunikasi merupakan proses dimana
suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan
maksud untuk mengubah tingkah laku mereka (Mulyana, 2000, p.
62).
Selanjutnya komunikasi yang dipahami sebagai suatu bentuk komunikasi
interaksi, yaitu komunikasi diartikan sebagai proses sebab akibat atau aksi-
reaksi yang arahnya bergantian (Mulyana, 2000, p. 65). Dalam konteks ini,
komunikasi melibatkan komunikator yang menyampaikan pesan, baik verbal
maupun nonverbal kepada komunikan yang langsung memberikan respons
berupa verbal ataupun nonverbal secara aktif, dinamis, dan timbal balik.
terakhir adalah komunikasi sebagai transaksi, seperti pendapat yang
dikemukakan oleh Pearson dan Nelson, yaitu komunikasi adalah proses
memahami dan berbagai makna. Dalam pengertian tersebut, komunikasi tidak
membedakan pengirim dan penerima pesan dan tidak lagi berorientasi kepada
sumber karena komunikasi ini melibatkan banyaknya
individu (Rohim, 2009,
p. 10)
Kata komunikasi menurut Onong Uchjana Effendi
(Effendy, 1992, p.
3), yaitu berasal dari perkataan bahasa latin : communicatio yang berarti
pemberitahuan atau pertukar pikiran. Dengan demikian maka dapat
|