|
38
kosong sehingga hasil dari tabel nantinya hanya mengandung
nilai atomik (tunggal).
b)
Pedekatan kedua, dengan menempatkan data yang berlebihan,
selanjutnya dengan meng-copy
atributnya yang asli dalam
sebuah relasi yang dipisahkan.
Kedua pendekatan ini benar. Tetapi, pendekatan kedua awalnya
menghasilkan relasi yang paling
sedikit pada 1NF dengan
mengurangi redudancy. Jika menggunakan pendekatan pertama,
relasi 1NF adalah buruk. Selanjutnya selama langkah normalisasi
berikutnya akan menghasilkan relasi yang sama sehingga
dihasilkan oleh pendekatan kedua. Akan tetapi hasil dari
normalisasi 1NFmasih bisa menyebabkan update anomalies,
sehingga diperlukan normalisasi bentuk kedua (2NF).
3.
Second Normal Form / 2NF
Second Normal Form
/ 2NF adalah berdasarkan konsep
ketergantungan fungsional penuh (full function dependency). Full
function dependency
dinyatakan dengan jika A dan B adalah
attribute
dari suatu relasi, B adalah fungsional ketergantungan
penuh (fully functional dependency) pada A jika B adalah secara
fungsional bergantung pada A tetapi bukan merupakan himpunan
bagian dari A. Jelasnya bentuk 2NF adalah sebuah relasi didalam
1NF dan setiap atribut yang bukan primary key
adalah fungsional
tergantung pada primary key. Proses normalisasi dari relasi 1NF ke
2NF melibatkan penghilangan dari bagian ketergantungan.
4.
Third Normal Form / 3NF
|