|
26
dihitung secara finansial, masih jauh lebih hemat dibandingkan investasi
hardware baru.
2.
Kemudahan Backup &
Recovery. Server
yang dijalankan didalam sebuah
mesin virtual dapat disimpan dalam 1 buah image
yang berisi seluruh
konfigurasi sistem. Jika satu saat server
tersebut crash, kita tidak perlu
melakukan instalasi dan konfigurasi ulang. Cukup mengambil salinan image
yang sudah disimpan, me-restore
data hasil backup
terakhir dan server
berjalan seperti sedia kala. Hemat waktu, tenaga dan sumber daya.
3.
Kemudahan Deployment. Server
virtual dapat dikloning sebanyak mungkin
dan dapat dijalankan pada mesin lain dengan mengubah sedikit konfigurasi.
Mengurangi beban kerja para staff IT dan mempercepat proses implementasi
suatu sistem
4.
Mengurangi Panas. Berkurangnya jumlah perangkat otomatis mengurangi
panasnya ruang server/data center. Ini akan berimbas pada pengurangan
biaya pendinginan/AC dan pada akhirnya mengurangi biaya penggunaan
listrik
5.
Mengurangi Biaya Space. Semakin sedikit jumlah server
berarti semakin
sedikit pula ruang untuk menyimpan perangkat. Jika server ditempatkan pada
suatu co-location
server / data center, ini akan berimbas pada pengurangan
biaya sewa
6.
Kemudahan Maintenance
& Pengelolaan. Jumlah server
yang lebih sedikit
otomatis akan mengurangi waktu dan biaya untuk mengelola. Jumlah server
yang lebih sedikit juga berarti lebih sedikit jumlah server
yang harus
ditangani
|