|
15
simbol dari pejuang yang terpenjara dalam waktu yang lama dan terbebas
kembali.
3.
Pakaian Sintren itu sendiri sebelum memasuki sangkar merupakan simbol
kesederhanaan dan setelah berdandan dalam kurungan merupakan analogi
dari seorang Bidadari atau Puteri Suci yang memiliki kebesaran
4.
Kacamata hitam dalam tarian Sintren (pada beberapa daerah sebelum
dipakai kacamata hitam di lilit saputangan di sekeliling mata)
menganalogikan bahwa kalau melihat itu seharusnya memakai mata hati.
5.
Dikala Penari Sintren pingsan ketika dilempar benda (biasanya uang sawer,
berupa koin atau lembaran ataupun sarung) menganalogikan lupa dirinya
seseorang yang memiliki kebesaran (di saat masa kejayaan).
6.
Warna Baju Penari Sintren di Cirebon memiliki warna yang cerah yang
melambangkan kegembiraan atau kesenangan, jika ditelusuri dalam
sejarah Sintren itu merupakan kesenangan di saat nelayan pulang.
2.1.9 Alat Musik
Pertunjukan Sintren hanya diiringi musik yang terbuat dari bahan yang
sederhana. Yang dimaksud musik dalam sintren hanya berupa bunyi-bunyian yang
dikeluarkan dari buyung (yang terbuat dari gerabah) tanpa nada, dan dibantu oleh
13 suara lodong (yang terbuat dari ruas bambu). Walaupun tanpa nada layaknya
suara gamelan, akan tetapi buyung menghasilkan suara yang harmonis dan
mampu mengantarkan penonton pada situasi yang mencekam. Adapun alat-alat
atau instrumen pokok yang ada pada sintren adalah buyung, lodong, alat untuk
mengambil air dari batang bambu yang besar, tingtung berupa dua ruas bambu,
sepotong karet, dan kecrek. Untuk menghasilkan suara yang diinginkan, di dalam
buyung diisi dengan sedikit air, dan saat dibunyikan tangan kiri dimasukan ke
dalam buyung kemudian dipukul dengan karet.
|