|
Bapak Aswin menjelaskan mengenai keadaaan jaman dahulu
saat
kedatangan orang orang Cina ke Indonesia melalui Banten dan dengan
adanya bantuan perantau Souw Beng Kong pemuda Cina di Banten yang
disegani, dibujuk VOC hijrah ke Batavia yang pada saat itu keadaannya
tidak memungkinkan untuk membangun suatu kota karena masyarakat
berpindah tempat.
Beliau juga menjelaskan dengan adanya kebijakan orde baru yang
menafikan segala sesuatu yang berbau cina menjadikan segala sumber
dan informasi berhubungan dengan Kapitan Souw Beng Kong sulit
didapatkan. Namun setelah orde baru, buku
buku mengenai sejarah
sejarah keturunan baru bermunculan.
Namun dapat dipastikan karena
Souw Beng Kong hidup dijaman dinasti Ming, maka ia dikonde dan
memakai topi yang menunjukan statusnya sebagai orang kaya dan
terpelajar.
Dengan adanya Souw Beng Kong perdagangan dan perekonomian di
Batavia
menjadi berkembang, Souw Beng Kong mulai membangun dari
tahun 1619 sampai tahun 1644, dilanjutkan dan selesai sampai tahun
1650.
Untuk Festival ini, Souw Beng Kong tidak dapat dipisahkan dari Batavia
dan juga pembauran etnik, karena mengawini perempuan negri. Dan
peranakan lainnya yang berkembang sampai sekarang.
Juga perjalanan
hidupnya merintis Batavia melalui pertanian, konstruksi, dan
perdagangan. Beliau mengatakan acara bisa dilakukan disaat Ceng Beng,
Cap Go Meh, atau hari jadi kota Jakarta.
2.2
Sekilas Tentang Kapitan Souw Beng Kong
Souw Beng Kong adalah seorang pemuda dari Tiongkok yang merantau ke
Indonesia (1604) untuk mengadu nasib berniaga. Ia seorang yang cekatan,
gigih dan
rajin serta mau bekerja keras. Hal inilah yang membuatnya cepat
sukses dalam membangun usahanya dan dikenal sebagai eksportir rempah-
rempah yang ulung. Ia juga merupakan
salah satu tokoh Tionghoa yang
disegani dan mempunyai
hubungan erat dengan Kesultanan Banten.
Souw
Beng Kong mendatangkan banyak tenaga kerja Tionghoa untuk mempercepat
pembangunan Batavia. Karena kepiawaiannya ia diangkat menjadi
Kapitein
Tionghoa yang Pertama di Hindia Belanda pada tahun 1619.
Dia menjadi
salah seorang tokoh besar Tionghoa yang pengaruhnya
meliputi kawasan
Banten dan Jakarta. Di Banten dia terkenal sebagai tokoh yang banyak
mengajarkan tata cara pertanian terhadap masyarakat sekitar. Dan
mempunyai hubungan yang harmonis dengan penduduk dan penguasa
setempat di Banten dan Batavia.
Souw Beng Kong berhasil dalam dunia
usaha, perniagaan, kontraktor bangunan, pembuatan mata uang, memberi
sumbangsih yang besar dibidang pertanian dan perkebunan tebu. Kota
Batavia pun segera menjadi kota bandara dan niaga yang berkembang dengan
pesat dan menjadi pusat perniagaan penting di Asia Tenggara.
6
|