![]() Pernah dijuluki "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" pada abad ke-16
oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk
benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah.
Pembangunan kota Batavia selesai pada tahun 1650. Setelah pendudukan
Jepang pada tahun 1942, nama Batavia diganti menjadi Jakarta.
Kota tua banyak memiliki gedung-gedung bersejarah yang masih ada sampai
saat ini. Ramai dikunjungi setiap minggunya dari dalam dan luar kota. Visi
dari Dinas kebudayaan dan permuseuman pemerintah Dki Jakarta adalah
terciptanya kawasan bersejarah Kotatua Jakarta sebagai daerah wisata budaya
yang mengangkat nilai pelestarian dan memiliki manfaat ekonomi yang
tinggi. Juga salah satu Misi dengan menghidupkan aktivitas Seni dan budaya,
social dan kemasyarakatan. Beberapa acara yang pernah diselenggarakan
adalah Gebyar Fatahillah, Festival budaya, gerak jalan, wisata kota tua,
museum malam hari, pasar malam dan lain lain.
2.4
Sekilas Tentang Yayasan Souw Beng Kong
Dalam rangka melestarikan peninggalan sejarah dan turut menghargai jasa-
jasa almarhum Souw Beng Kong serta sebagai wujud keperdulian terhadap
Bangsa dan Negara maka pada 11 Februari 2008 di Jakarta telah didirikan
Yayasan Kapitein Souw Beng Kong yang dipimpin oleh KRT Hendarmin
Susilo
yang program pertamanya adalah membebaskan tanah di sekeliling
makam Souw Beng Kong yang sudah di dikuasai oleh warga sekitar, bahkan
diatas makam Souw Beng Kong tersebut pernah berdiri sebuah rumah
lengkap dengan kamar mandinya, Yayasan Kapitein Souw Beng Kong juga
sudah merehabilitasi komplek makam tersebut sehingga sekarang ini layak
disebut sebagai makam orang ternama dan juga mengadakan upacara-upacara
adat sesuai dengan kepercayaan yang dipeluk oleh almarhum Souw Beng
Kong.
2.5
Data Gambar
Gambar 2. Batavia lama
8
|