|
12
Tapi,
tetap saja hal itu tidak berlangsung lama karena Forum Film
Pendek hanya bertahan selama dua tahun saja. Secara garis besar, keadaan
film pendek di Indonesia memang dapat dikatakan ironis. Karena film
pendek Indonesia hampir tidak pernah tersampaikan ke pemirsa lokal-nya
secara luas karena miskinnya ajang-ajang eksibisi dalam negeri. Tetapi di
sisi lain, di dunia internasional
film pendek Indonesia cukup mampu
berbicara dan eksis. Dari sejak karya-karya Slamet Rahardjo, Gotot
Prakosa, Nan T. Achnas, Garin Nugroho, sampai ke generasi Riri Riza dan
Nanang Istiabudi.
(http://richemiadestyana.student.esaunggul.ac.id/ ; 13 Maret 2013; 14:46)
2.2.2.2 Film Pendek Dalam Era Modern
Sebenarnya, semua perusahaan-perusahaan besar produksi film
memilik unit yang bertugas untuk mengembangkan dan memproduksi film
pendek, dan banyak perusahaan, khususnya pada era film bisu (sebelum
diperkenalkannya film bersuara) kebanyakan atau hanya memproduksi
film pendek.
Beberapa film pendek animasi berkembang dengan mengikuti arus
distribusi komersil. Sejak Disney mengakuisisi
Pixar pada 2005, Disney
juga memproduksi film pendek animasi sejak 2007 dengan film pendek
animasi Goofy How to Hook Up your Home Theather dan memproduksi
sebuah serial live action
yang dibintangi The Muppets untuk ditonton di
Youtube sebagai video viral
untuk mempromosikan film musikal komedi
The Muppets pada 2011.
Dreamworks Animation sering memproduksi sebuah lanjutan yang
pendek untuk dimasukkan sebagai edisi spesial saat perilisian film utama,
dan khususnya cukup panjang untuk disiarkan sebagai TV spesial. Warner
Brothers sering memasukkan film-film pendek animasi yang lama atau tua
dari arsip utama mereka, pada perilisan DVD dari film klasik WB.
; 15
Maret 2013; 17:11)
|