|
5
Menurut Dr. Minarto, MPS, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli
Gizi Indonesia pada
tahun 2007, 60% kematian yang terjadi di Indonesia disebabkan
karena penyakit tidak menular (PTM) yang terkait dengan kegemukan, seperti diabetes,
penyakit pembuluh darah (jantung dan stroke) serta kanker. Semuanya penyakit
degeneratif ini juga terkait dengan pola makan tak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.
(Dewi, M. 5 Maret (2013). Ini Dia Penyebab Meningkatnya Angka Obesitas, diakses 18
Juli 2013 dari http://www.republika.co.id)
2.1.2
Pemicu Nafsu Makan
Salah satu faktor yang memicu peningkatan nafsu makan adalah stress. Menurut
Dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, dokter spesialis gizi dari RSCM, nafsu makan meningkat
ternyata terjadi karena kebiasaan sejak kecil. Jika saat kecil, orangtua menenangkan
dirinya dari tangisan dengan memberikan susu. Maka saat
besar ketika stres, maunya
makan.Saat stres hormon kortisol
(hormon pemicu stres) meningkat, tujuannya untuk
membentuk glukosa dalam tubuh. Kenaikan hormon kortisol
juga dapat membentuk
penyakit cushing (penyakit yang membuat gemuk).
(Gusti, M. 5 Juli (2012). Mengapa Stres Bisa Menambah Nafsu Makan?, diakses 19 Juli
2013 dari http://cybermed.cbn.net.id)
Iklan juga dapat menjadi pendorong anak untuk tertarik dengan suatu produk
makanan. Sebuah studi di Australia membuktikan bahwa anak-anak berumur 9-10 tahun
menganggap bahwa Ronald McDonald
(maskot
McDonald) merupakan orang yang
paling tahu makanan apa yang terbaik bagi anak-anak.Hasil studi menunjukkan, 80% dari
semua iklan bagi anak-anak bisa dikategorikan dalam empat produk, yaitu sereal, permen,
mainan dan makanan cepat saji. Pola ini sudah muncul sejak 1970 dan masih sama pada
beberapa tahun terakhir ini. Kebanyakan tema atau pendekatan yang digunakan anak-
anak (strategi membujuk
mereka) dihubungkan dengan produk yang berkaitan dengan
bermain dan bergembira dan tidak dilekatkan dengan informasi yang penting terkait
dengan produk yang dijual.
|