Start Back Next End
  
6
dalam tulisan Humor dan Kepribadian (1981) membagi humor dalam dua kelompok
besar, yaitu: (1) humor
pada dasarnya berupa
tindakan agresif yang
dimaksudkan
untuk melakukan degradasi terhadap seseorang; (2) humor adalah tindakan untuk
melampiaskan perasaan tertekan
melalui cara yang ringan dan dapat dimengerti,
dengan akibat kendornya ketegangan jiwa.
Bahkan, Kartono Muhamad (dalam
Suhadi, 1989) berpendapat sebagai berikut, Humor yang baik adalah humor
yang
dapat menertawakan diri sendiri, atau humor otokritik. Meskipun membuat diri
pribadi sakit hati, humor otokritik merupakan sesuatuyang menunjukkan kedewasaan
sikap. Artinya, mampu memberi kritik terhadap diri sendiri, serta dapat pula secara
terbuka menerima opini orang lain .
2.2.5  Fungsi Humor
Menurut Sujoko (1982) humor dapat berfungsi untuk:
(1) melaksanakan segala keinginan dan segala tujuan gagasan ataupesan
(2) menyadarkan orang bahwa dirinya tidak selalu benar
(3) mengajar orangmelihat persoalan dari berbagai sudut
(4) menghibur
(5) melancarkan pikiran
(6) membuat orang mentoleransi sesuatu
(7) membuat orang memahami soal pelik
James Danandjaya (1989) Fungsi humor yang paling menonjol,
yaitu sebagai
sarana penyalur perasaan yang menekan diri seseorang. Perasaan itu bisa disebabkan
oleh macam-macam hal, seperti ketidakadilan sosial, persaingan politik, ekonomi,
suku bangsa atau golongan, dan kekangan dalam kebebasan gerak,  seks, atau
kebebasan mengeluarkan pendapat. 
Setiawan (1990) Fungsi humor yang lain adalah sebagai  rekreasi. Dalam hal
ini, humor berfungsi untuk menghilangkan kejenuhan dalam hidup sehari-hari yang
bersifat rutin. Sifatnya hanya
sebagai hiburan semata. Selain itu, humor juga
berfungsi untuk menghilangkan stres akibat tekanan jiwa atau batin.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter