|
48
Bisa juga dengan penggunaan sirip-sirip bangunan atau kantilever,
penggunaan kantilever atau sirip-sirip bangunan bertujuan untuk menghalangi sinar
matahari langusng masuk melalui jendela sehingga tidak terjadi pemanasan pada
ruangan dalam bangunan. Dari beberapa cara yang telah disebutkan dapat
mengurangi cahaya yang masuk melalui jendela atau bukaan-bukaan lain, tetapi tidak
pada dinding-dinding bangunan yang tetap terkena cahaya matahari langsung
sehingga terjadi pemanasan pada permukaannya dan setelah selang beberapa waktu
panas tersebut akan masuk ke dalam bangunan tergantung koefisien time lag
tiap
material yang menentukan waktu perambatan panas tersebut masuk ke dalam
bangunan.
Untuk itu sekarang ini tidak sedikit bangunan yang menerapkan konsep kulit
bangunan untuk melindungi panas cahaya matahari langusng dengan teknik
pembayangan.
Berikut adalah beberapa kondisi yang terjadi pada cahaya matahari langsung:
a.
Sinar matahari yang jatuh di permukaan bidang kaca akan mengurangi
masuknya rambatan panas sebesar 80%-90%. Dengan
demikian, selain
mendapatkan terangnya tetapi panasnya juga ikut masuk ke dalam ruangan.
b.
Penggunaan Tirai dibalik jendela akan mengurangi masuknya rambatan panas
sinar matahari sehingga tinggal 30%-40% saja.
c.
Pemasangan jalusi atau kisi-kisi sebagai pelapis bangunan merupakan elemen
yang sangat mendukung usaha untuk menolak atau mereduksi panas matahari
secara hampir sempurna. Dengan cara demikian, maka panas matahari akan
memanasi kisi-kisi bangunan dan bukan dinding atau jendela bangunan dan
|