|
22
memberikan indikasi bahwa cara yang dilakukan sudah benar dan dapat
mempersiapkan kelompok tindakan berikutnya.
5.
Memberikan penanganan ketika terjadi kesalahan/error.
Sedapat mungkin sistem dirancang sehingga pengguna tidak dapat
melakukan kesalahan fatal. Jika kesalahan terjadi, sistem dapat
mendeteksi kesalahan dengan cepat dan memberikan mekanisme
yang
sederhana dan mudah dipahami untuk penanganan kesalahan.
6.
Mengijinkan pembalikan aksi yang mudah
Hal ini dapat mengurangi kekhawatiran pengguna karena pengguna
mengetahui kesalahan yang dilakukan dapat dibatalkan, sehingga
pengguna tidak takut untuk mengeksplorasi pilihan-pilihan lain yang
belum biasa digunakan.
7.
Mendukung keberadaan kontrol internal
Operator yang ahli
ingin menjadi pengontrol sistem dan sistem akan
merespon tindakan yang dilakukan pengguna daripada pengguna merasa
bahwa sistem mengontrol pengguna. Sebaiknya sistem dirancang
sedemikian rupa sehingga pengguna menjadi inisiator daripada
responden.
8.
Mengurangi beban ingatan jangka pendek
Keterbatasan ingatan manusia membutuhkan tampilan yang sederhana
atau banyak tampilan halaman yang sebaiknya disatukan, serta diberikan
cukup waktu pelatihan untuk kode, mnemonic dan urutan tindakan.
Lima Faktor Manusia Terukur
Terdapat lima faktor manusia terukur yang dapat digunakan dalam evaluasi
untuk mengetahui tingkat efektivitas, efisiensi, dan kepuasan user
(Shneiderman & Plaisant, 2010:32), yaitu:
1.
waktu belajar,
berapa
lama waktu yang dibutuhkan untuk mengambil member yang
khas dari pengguna,
2.
kecepatan kinerja,
|