|
46
2.1.7.5 Transaction Management
Koleksi operasi yang membentuk sebuah unit logis tunggal
pekerjaan disebut transaksi (Silberschatz, Korth, Sudarshan, 2011:627).
Transaksi memiliki empat sifat utama yang disebut ACID properties, yaitu:
1.
Atomicity
Semua operasi didalam database
harus satu kesatuan, artinya
transaksi tercatat dengan lengkap dan tidak ganda.
2.
Consistency
Tidak ada data yang tereksekusi secara bersamaan agar database
tetap konsisten.
3.
Isolation
Meskipun transaksi tereksekusi bersamaan, ada transaksi yang
selesai terlebih dahulu lalu mengeksekusi yang berikutnya.
4.
Durability
Perubahan data tetap terjaga saat sistem sukses ataupun gagal.
Transaksi tidak selalu berhasil sepenuhnya. Oleh karena itu sistem
memiliki dua fungsi penting, yaitu:
1.
Restart
Fungsi ini dapat dilakukan hanya jika transaksi dibatalkan sebagai
hasil dari beberapa perangkat keras
atau perangkat lunak kesalahan
yang tidak dibuat melalui logika internal transaksi. Transaksi restart
dianggap transaksi baru.
2.
Kill
Fungsi yang dijalankan karena kesalahan logika internal transaksi.
Jika kesalahan logika terjadi maka program harus ditulis
ulang. Selain
itu, kesalan logika dapat terjadi karena kesalahan saat input
atau data
yang dibutuhkan tidak ada dalam database.
Transaksi pada database
harus tetap konsisten dengan
menggunakan concurrency-control. Concurrency-control
mempunyai
beberapa metode yang penting, yaitu:
1.
Locking
Locking
adalah sebuah prosedur yang digunakan untuk
mengendalikan akses bersamaan ke data. Ketika sebuah transaksi
|