|
29
user
mengenai kegalatan dan mengindikasikan nilai yang
boleh dimasukan.
12.
Field yang opsional harus diberi tanda
Field yang opsional harus ditandai untuk user. Field yang
opsional harus ditempatkan setelah field yang wajib diisi.
13.
Pesan yang menjelaskan untuk field
Ketika user
menempatkan kursor pada field, informasi
mengenai field harus muncul pada posisi biasa.
14.
Tanda selesai
Setelah user
selesai mengisi field harus disertai tanda yang
memberitahu selesainya pengisian data. Proses penyelesaian
tidak boleh otomatis
agar user
mendapat kesempatan untuk
mengulas data yang baru dimasukan.
2.1.4.9 Prototyping
Menurut Connoly dan Begg
(2010:333), Prototyping adalah
membuat model basis data yang dapat digunakan tetapi tidak
memiliki fitur yang lengkap. Tujuan utama mengembangkan
purwarupa sistem basis data adalah untuk memungkinkan user
yang menggunakan prototype
untuk mengidentifikasi fitur yang
bekerja dengan baik, atau buruk, dan jika mungkin menyarankan
fitur baru pada sistem basis data.
Ada 2 strategi prototyping yang sering digunakan sekarang
yaitu Requirements Prototyping dan Evolutionary Prototyping.
Requirements Prototyping menggunakan prototype
untuk
menentukan kebutuhan basis data dan setelah kebutuhan lengkap,
prototype
akan dibuang. Evolutionary Prototyping, digunakan
untuk hal yang sama, perbedaannya adalah prototype tidak dibuang
tetapi dikembangkan menjadi basis data yang final.
2.1.4.10 Implementation
Menurut Connoly dan Begg
(2010:333), Implementasi adalah
realisasi fisik basis data dan rancangan aplikasi. Setelah
penyelesaian tahap perancangan, basis data dan program aplikasi
dapat diimplementasi. Implementasi basis data digunakan dengan
menggunakan DDL (Data Definition Language) dan implementasi
|