|
13
sebuah rancangan yang akan mendukung pernyataan dan tujuan
misi organisasi yang diperlukan dari sebuah sistem basis data.
Perancangan basis data memiliki dua buah pendekatan, yaitu:
1.
Bottom-up
Pendekatan dimulai pada level fundamental dari atribut-atribut
(yaitu, property dari entitas dan hubungan-hubungannya), yang
kemudian melalui analisis dari asosiasi antar atribut,
dikelompokkan dalam relasi-relasi yang menunjukkan tipe dari
entitas dan hubungan antar entitas.
2.
Top-down
Pendekatan ini diawali dengan pengembangan model data yang
mengandung beberapa entitas tingkat tinggi dan relasinya untuk
kemudian mengaplikasikan successive top-down refinements
untuk mengidentifikasikan entitas tingkat bawah, relasinya, dan
atribut-atribut yang terasosiasi. Pendekatan Top-down
diilustrasikan
dengan menggunakan konsep model diagram
relasi entitas (Entity-Relationship (ER)
Model), dimulai dengan
identifikasi dari entitas dan hubungan antar entitas, yang
dianggap berhubungan dengan organisasi.
Perancangan basis data terdiri dari tiga tahap utama, yaitu:
1.
Perancangan Basis Data Konseptual (Conceptual Database
design)
Menurut Connoly dan Begg (2010: 322), perancangan basis data
konseptual merupakan proses pembangunan sebuah model dari
data yang digunakan pada sebuah enterprise, tidak tergantung
pada segala pertimbangan fisik.
Berdasarkan Connoly dan Begg
(2010:470), Langkah-langkah
dalam pembuatan desain basis data konseptual adalah:
Langkah 1:
Membangun model data konseptual
Langkah pertama dalam perancangan basis data
konseptual adalah untuk membangun satu (atau
lebih) model data konseptual dari data yang
diperlukah oleh organisasi. Model data
konseptual juga didukung oleh dokumentasi,
|