Start Back Next End
  
31
Judul yang sesuai arti.
Instruksi yang konprehensif.
Pengelompokan logikal dan fields yang berurutan.
Tampilan layout form atau report menarik.
Label field yang dikenal.
Singkatan dan istilah yang konsisten.
Penggunaan warna yang konsisten.
Batasan dan ruang yang terlihat bagi field data-entry.
Pergerakan kursor yang baik.
Perbaikan kesalahan bagi keseluruhan field.
Pesan kesalahan dimunculkan untuk data yang salah.
Penandaan field optional yang jelas.
Penjelasan untuk setiap field dapat dibaca dengan jelas.
Pemberian suatu tanda jika proses telah selesai.
2.1.8.7
Pembuatan Prototype
Menurut Connolly dan Begg
(2010:333),
prototype
(Prototyping) adalah membangun model kerja dari sistem
basis data. Tujuan utama dari pembuatan prototype yaitu :
Mengidentifikasi fitur
dari sistem yang berjalan dengan
baik atau tidak.
Memberikan perbaikan atau penambahan fitur.
Klarifikasi kebutuhan user.
Evaluasi kemungkinan yang akan terjadi.
Dalam membuat prototype, terdapat dua macam strategi
prototype yang digunakan, yaitu:
1.
Requirement Prototyping
Menggunakan prototype
untuk menentukan
kebutuhan dari aplikasi basis data yang diinginkan, ketika
kebutuhan terpenuhi prototype akan dibuang.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter