Start Back Next End
  
15
2.2  Teori-teori Khusus
2.2.1
Network Management
Network Management System
adalah proses yang terstruktur dari cara
mengatur jaringan. Sebuah sistem manajemen jaringan digunakan untuk
mengendalikan sistem dan sumber dayanya dengan mengontrol penggunaannya,
akses monitoring, dan melaporkan kondisi terkini.
Kebutuhan umum didefinisikan oleh model OSI sebagai model FCAPS (Faults,
Configuration, Accounting, Performance, Security). FACPS terdiri dari lima
area fungsional, yaitu :
Fault Management, memiliki fungsi mendeteksi, memperbaiki, mengisolasi,
dan melaporkan semua kemungkinan kegagalan yang terjadi pada
elemen
jaringan. Manajemen kesalahan biasanya terintegrasi dengan alarm dan
sistem logging.
Configuration Management, memiliki fungsi melakukan instruksi set, get,
modify, dan delete konfigurasi dari elemen yang diatur.
Accounting Management, memiliki fungsi mengumpulkan informasi yang
sangat penting untuk proses billing.
Performance Management, memiliki fungsi mengumpulkan fakta terhadap
utilisasi elemen jaringan dan waktu layanan yang digunakan untuk tiap user.
Data performansi digunakan untuk perencanaan jaringan, penjaminan, dan
optimasi agar jaringan menjadi lebih baik.
Security Management, memiliki fungsi menentukan siapa saja yang berhak
mengakses elemen jaringan dan mencegah pihak-pihak yang tidak berhak
untuk mengakses ke elemen jaringan.
Network management
biasanya diaplikasikan pada jaringan dengan skala
besar seperti jaringan telekomunikasi, jaringan komputer, dll. Network
management
berkaitan dengan pemeliharaan (maintenance) dan
pengadministrasian (administration) jaringan pada “top level”. Network
management
adalah penggunaan dan pengkoordinasian sumberdaya untuk
desain, perencanaan, pengadministrasian, analisis, pengoperasian, dan
pengembangan jaringan komunikasi untuk memenuhi tujuan-tujuan tingkat
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter