Home Start Back Next End
  
Untuk  dapat  melakukan  routing,  sebuah  router  harus  mengetahui 
beberapa informasi seperti (Lammle, Todd. 2012. 255) : 
• 
Alamat tujuan pengiriman 
• 
Router yang terhubung langsung 
• 
Semua  router  lain  pada  jaringan  yan g  tidak  terhubung  langsung  den gan 
router tersebut (remote networks) 
• 
Jalur terbaik ke setiap router di remote networks 
Router  mempelajari  tentang  remote  networks  dari  router  lain  atau  dari 
administrator.  Router kemudian membuat routing table  (sebuah  map yan g  berisi 
jaringan  internetwork)  yang  menjelaskan  bagaimana  menemukan  remote 
networks  tersebut.  Jika  sebuah  jaringan  sudah  terhubung  langsung 
(menggunakan  kabel)  dengan  router,  maka  router   sudah  mengetahui  bagaimana 
jalur ke jaringan tersebut. (Lammle, Todd. 2012. 255) 
Jika  sebuah  jaringan  tidak  terhubun g  langsung,  router  harus 
menggunakan salah  satu  dari  dua  cara  untuk  men ghubun gkannya.  Salah satunya 
disebut  dengan  static  routing,  dimana  akan  membutuhkan  banyak  pekerjaan 
karena  membutuhkan  seseorang  untuk  memasukkan  informasi  semua  lokasi 
jaringan ke dalam routing table. Cara lainn ya dalah dynamic routing. 
Pada  dynamic  routing,  sebuah  protocol  pada  router  berkomunikasi 
dengan  protocol  yang  sama  yang  sedang  berjalan  pada  router  lain.  Router 
tersebut  kemudian  saling berbagi  informasi  mengenai  jaringan  lain  yang  mereka 
ketahui dan menaruhn ya pada  routing  table mereka. Jika terjadi  perubahan pada 
sebuah jaringan,  protocol dynamic routing  ini  secara otomatis  akan  memberitahu 
semua  router  men genai  hal tersebut.  Jika  digunak an static routing, administrator 
bertanggung jawab untuk mengetik semua perubahan ke semua  router.  
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter