|
2.2 Teori Khusus
2.2.1 Mangle
Mikrotik menggunakan mangle untuk beberapa pekerjaan. Menan
data dengan
menggunakan koneksi, paket, atau jalur routing adalah pekerja
dari sistem mangle.
Kunci utama dari mangle adalah data yang cocok atau kecocokan da
(Burgess, Dennis
M. 2009. 151-152)
Prerouting
Prerouting adalah peraturan mangle yang paling umum. D
akan diproses
ketika melalui router, tapi yang lebih penting, data akan ditan
sebelum proses routing
terjadi. Jadi penandaan akan diberikan pada data sebel
ditentukan jalur routing yang
akan diambil oleh data tersebut.
Postrouting
Postrouting biasan ya digunakan untuk paket yang ak
meninggalkan router
yang ingin dimangle. Kebalikkan dari prerouting, pa
postrouting data akan ditandai
setelah proses routing terjadi. Sistem mangle ini baik digunakan keti
terjadi perubahan
pada paket setelah melalui proses routing.
2.2.2 Marking
Ketika menggunakan mangle, salah satu kuncinya ad alah marking. Digunakan
untuk menandai data untuk digunakan di fasilitas RouterOS lainn ya. RouterOS akan
menggunakan marking untuk mengidentifik asi trafik. Dikarenakan marking ini han ya
digunakan untuk menandai pada RouterOS, marking tidak akan keluar dari router. Dua
tipe marking yang paling sering digunakan adalah Packet Marks dan Routing Marks.
(Burgess, Dennis M. 2009. 152-153)
Packet Marks
Ketika data pada sistem queue akan diidentifikasi, akan digunakan packet marks
untuk menandai data tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk menandai trafik data untuk
fasilitas RouterOS lainnya.
|