|
data yang masuk lebih cepat daripada data yang dikeluarkan. Yang kemudian terjadi
adalah wadah tersebut akan menjadi penuh, inilah yang disebut sebagai queue size atau
kapasitas queue. Jika sebuah queue memiliki kapasitas sebanyak 10 paket data, maka
saat ada 10 paket data yang masuk, queue tersebut sudah penuh. Saat paket data datang
terus menerus, pen geluaran han ya dapat dilakukan sebanyak max-limit, kemudian
akhirnya wadah tersebut tumpah karena terlalu penuh. Paket data yang tumpah tersebut,
pada kasus ini disebut dengan dropped. Sekarang saat ada paket data yang hilang,
disinilah TCP/IP melakukan tugasnya dengan memperlambat kecepatan masuknya data
yang akhirn ya kecepatan data yang masuk akan berbeda tipis dengan kecepatan data
max-limit yang keluar. FIFO queue adalah sifat dasar dari hampir semua queue, dan
dalam pembuatan simple queue atau queue tree akan ditemukan banyak queue yang
menerima dan mengeluarkan data secara bersamaan.
Kelebihan FIFO queue :
Sederhana dan prosesnya cepat, banyak digunakan untuk membatasi dan mengatur
bandwidth secara sederhana.
Kelemahan FIFO queue :
Tidak dapat digunakan pada trafik jaringan yang padat, karena akan sering terjadi
dropped pada banyak paket.
Hanya menyediakan dua prioritas data, data masuk dan data keluar.
RED Queue
RED atau Random Early Detection Queue bekerja seperti FIFO queue, dengan
satu pengecualian. RED memberikan kemungkin
bahwa pak et yang dik irim mungkin
diambil secara acak d ari queue. Hal ini dikar enak
pada saat pengiriman paket melalui
router, paket memenuhi queue yang menyeb abkan que
menjadi lambat, dan pada saat
yang bersamaan mencoba untuk menamb
kecepatannya lagi. Dengan kemungkinan
mengeluarkan data secara acak, diharapk an R
dapat mengambil data secara acak
|