|
4. Peralatan / mesin-mesin itu sendiri. Apakah mesin-mesinnya berat, apabila
berat maka diperlukan lantai yang kokoh.
5. Maintenance dan Replacment. Mesin-mesin harus ditempatkan sedemikian
rupa sehingga maintenance-nya mudah dilakukan dan replacement-nya juga
mudah.
6. Adanya keseimbangan kapasitas (Balance Capacity). Keseimbangan
kapasitas harus diperhatikan terutama dalam product layout, karena mesin-
mesin diatur menurut urutan-urutan (sequence) prosesnya.
7. Minimum Movement. Dengan gerak yang sedikit, maka biayanya (cost) akan
lebih rendah.
8. Aliran (flow) dari material. Flow ini dapat digambarkan, yaitu merupakan
arus yang harus diikuti oleh produknya pada waktu dia dibuat, gambar mana
yang sangat penting bagi perencanaan lantai, atau ruangan pabrik (floor plant).
9. Employe Area; tempat kerja buruh di pabrik
harus cukup luas, sehingga
tidak mengganggu keselamatan dan kesehatannya serta kelancaran produksi.
10. Service Area (seperti cafeteria, toilet, tempat istirahat, tempat parkir mobil,
dan sebagainya.) Service area diatur sedemikian rupa sehingga dekat dengan
tempat kerja dimana sangat dibutuhkan.
11. Waiting area; yaitu untung mencapai flow matrial yang optimum, maka
harus diperhatikan tempat-tempat dimana
12. Plant climate; udara dalam pabrik harus diatur yaitu harus sesuai dengan
keadaan produk dan buruh, jangan terlalu panas, jangan terlalu dingin, dan
juga jangan merusak kesehatan buruh.
13. Flexibility; perubahan-perubahan dari produk atau proses/mesin-mesin dan
sebagainya hampir tidak dapat dihindarkan, karena sesuai dengan
perkembangan teknologi dan perubahan-perubahan kecil yang terjadi tidak
memerlukan biaya yang tinggi.
Menurut Lucas dan Rumsari (2004:81) Penggudangan merupakan serangkaian
kegiatan pengurusan dalam penyimpanan logistik mulai dari kegiatan penerimaan,
pencatatan, pemasukan, penyimpanan, pengaturan, pembukuan, pemeliharaan,
pengeluaran dan pendistribusian samapai dengan kegiatan pertanggungjawaban
pengelolaan gudang (pembuatan laporan
laporan) dengan tujuan mendukung
|