|
14
didefinisikan sebagai jumlah dari tiga elemen biaya : bahan baku langsung,
tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.
Menurut Wildan (2008), pengertian biaya produksi dapat
dikemukakan sebagai sejumlah pengorbanan ekonomis yang harus
dikorbankan untuk memproduksi suatu barang.
Jadi dapat disimpulkan bahwa biaya produksi adalah pengorbanan
ekonomis yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu barang
2.2.6
Pengertian Job Order Costing
Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan (Job Order Costing)
Menurut Horngren, Datar, dan Rajan (2012, p100),
Job-costing system
Costing system in which the cost object is a unit or multiple units of a distinct
product or service called a job. Yang memiliki arti bahwa: Sistem job-
costing merupakan sistem biaya dimana objek biaya adalah satu unit atau
banyak unit dari produk atau jasa yang berbeda, yang disebut sebagai suatu
pekerjaan.
Adapun menurut Hendra Setiawan, Tarida Marlin Surya, dan Yunita
Yunita (2010, h140) dalam kutipan jurnal Evaluasi Penerapan Metode Job
Order Costing Dalam Penentuan Harga Pokok Produksi (Studi Kasus Pada
PT Organ Jaya, Job order costing method. By using this method the
company can calculate the production costs on each order, because by using
this method the production cost on each product can be separated clearly.
Yang terjemahannya: dengan menggunakan metode job order costing, suatu
perusahaan dapat menghitung biaya produksi pada setiap pesanan, karena
dengan menggunakan metode ini, biaya produksi pada setiap produk dapat
dipisahkan secara jelas.
Sedangkan Carter (2006, pp5-1
5-2) mendefinisikan job order
costing sebagai berikut:
In job order costing, or job costing, production costs are accumulated
for each separate job; a job is the output identified to fill a certain customer
|