Home Start Back Next End
  
28
produk
tidak
sesuai
dengan
permintaan
konsumen,
dan
lain
sebagainya.
Di
dalam
SCOR
Model
dibagi
menjadi
level-level
untuk
melakukan
kualitasnya. Di dalam
level satu SCOR Model dimunculkan setiap aspek yang
akan
diukur,
misalnya realibility,
responsiveness,
flexibility,
cost,
dan
assets.
Dari
masing-masing aspek
itu,
di
dalamnya
terdapat
metriks-metriks
pengukuran
yang
akan
diukur.
Adapun
contoh-contoh metriks
yang
ada
di
dalam metode SCOR Model adalah sebagai berikut :
A.   Aspek Reliability
1.
Delivery
performance,
yaitu
jumlah
produk
yang
diterima
tepat
pada
waktunya.
2.
Inventory
inaccurancy,
yaitu
besarnya
penyimpangan antara
jumlah
fisik
persediaan
yang
ada
di
gudang
dengan
catatan
/
dokumentasi
yang ada.
3. Defect
rate,
yaitu 
tingkat 
pengembalian 
material 
cacat 
yang
dikembalikan ke supplier.
B.
Aspek Responsiveness
1.
Planning
Cycle
Time,
yaitu
waktu
yang
dibutuhkan
untuk
menyusun
jadwal produksi.
2. Source
Item
Responsiveness,
yaitu
waktu
yang
dibutuhkan
supplier
untuk
memenuhi
kebutuhan
perusahaan apabila
terjadi
peningkatan
jumlah jenis material tertentu dari permintaan awal suatu order.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter