|
35
Teknologi
informasi
menjadi
key
success factor,
mengingat
informasi
real
time
pada
inventory
dan
demand
(permintaan) akan
memberikan
keuntungan berupa
efektivitas
dan
efisiensi
pengaturan
dan
pengiriman
barang
di
antara
perusahaan-perusahaan
yang
saling
menyimpan
supply
source di inventory.
3.
Responsive
Supply
Chain
(Supply
Chain
Management
yang
Responsif)
Merupakan supply chain management yang
menggunakan strategi dengan
tujuan
membuat
perusahaan menjadi
responsif
dan
fleksible
terhadap
tantangan
yang
ada
serta
dapat
menjawab
kebutuhan
konsumen
dengan
diversifikasi produk.
Untuk
dapat
menjadi
bersifat
responsif,
suatu
perusahaan
menggunakan sistem
produksi
build
to
order
dan
proses
produksi
yang
customized
dalam jumlah
besar
untuk
dapat
memenuhi
kebutuhan konsumen yang spesifik.
4.
Agile Supply Chain (Supply Chain Management yang Tangkas)
Merupakan supply chain management yang menggunakan strategi dengan
tujuan menjadi responsif dan fleksible terhadap kebutuhan konsumen, dan
menghadapi
resiko
kekurangan supply
source
atau
gangguan proses
produksi dengan melakukan pooling inventory / pengumpulan persediaan
dan sumber daya lainnya.
Intinya,
supply
chain
management
ini
menggabungkan strategi
dari
supply
chain
management
responsif
dan supply
chain
management
pembatas
resiko.
Supply
chain
management
ini
disebut
tangkas
karena
|