Home Start Back Next End
  
41
Dari
aturan
fuzzy di
atas
terdapat
dua
buah
output.
Fire
strength
dari
aturan
ini
dapat
dihitung dengan
melibatkan beberapa operasi
yaitu
meliputi intersection
dari variabel
x2
dan
x3 yang
dihubungkan
dengan
‘AND’,
dan
union
dari
variabel
x1
dan
x2 yang
di-
intersection dengan x3.
Secara  umum,  sebuah  aturan  dasar  fuzzy dengan  N  buah  aturan  fuzzy dapat
dibentuk sebagai berikut :
IF   A11 c … c A1
i
c
c
A1
n    
THEN   B11 Ô … Ô B1
j
Ô
Ô
B
1m
IF   A21 c … c A2
i
c
c
A2
n    
THEN   B21 Ô … Ô B2
j
Ô
Ô
B
2m
IF   A
k1
c
c
A
ki
c
c
A
kn    
THEN   B
k1
Ô
Ô
B
kj
Ô
Ô
B
km
IF   A
N1
c
c
A
Ni
c
c
A
Nn   
THEN  B
N1
Ô
Ô
B
Nj
Ô
Ô
B
Nm
Dimana
k
dimulai
dari
1
ke
N,
i
dari
1
ke
n,
dan
j
dari
1
ke
m.
A
ki 
merupakan
subset
fuzzy
untuk
input
i
variabel
x
dalam
k
aturan
fuzzy.
B
kj 
merupakan
subset
fuzzy
untuk
output
j
variabel
y
dalam
k
aturan
fuzzy.
c
merupakan
hubungan
‘AND’ atau
‘OR’.
Ô
merupakan
penghubung
‘ALSO’.
Bentuk
dalam
peraturan
dasar
fuzzy
di
atas
adalah
Multiple-Input-Multiple-Output (MIMO),
jika
M
=
2
dan
n
=
2.
Jika
terdapat
sebuah
output saja maka disebut
Multiple-Input-Single-Output
(MISO), dengan
m
=
1
dan n = 2.
Dan jika hanya terdapat sebuah input dan output saja maka disebut Single-Input-Single-
Output (SISO), dengan m = 1 dan n = 1.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter